Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sepuluh Demonstran Tewas, Komnas HAM dan PBB Desak Polisi Investigasi

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 3 September 2025 | 13:58 WIB
Affan Kurniawan menjadi korban demo DPR
Affan Kurniawan menjadi korban demo DPR

RADAR BALI - Rentetan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di berbagai kota di Indonesia telah menelan sepuluh korban jiwa dan menyebabkan belasan lainnya luka-luka.

Tragedi ini memicu perhatian serius dari lembaga hak asasi manusia nasional maupun internasional.

Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, menyatakan persetujuannya dengan seruan PBB untuk menginvestigasi tuntas kasus-kasus kekerasan tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa Komnas HAM bersama Lembaga Negara HAM lainnya akan membentuk tim investigasi khusus.

"Kami mengikuti dengan cermat rangkaian kekerasan di Indonesia... dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan oleh aparat keamanan," ujar Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor HAM PBB (OHCHR).

Pihaknya mendesak otoritas Indonesia untuk menjunjung tinggi hak berkumpul secara damai dan memastikan aparat keamanan mematuhi norma internasional dalam penggunaan kekuatan.

Identitas dan Kronologi Korban Tewas

Penyebab kematian para korban bervariasi, mulai dari dugaan kekerasan aparat, bentrokan antarwarga, hingga insiden yang disebabkan oleh massa perusuh.

Berikut adalah rincian identitas dan kronologi para korban:

Selain korban tewas, tercatat Budi Haryadi, anggota Satpol PP Paruh Waktu Pemkot Makassar sekaligus pengemudi ojek online, mengalami luka serius dan masih dirawat di ICU RS Primaya Makassar setelah terpaksa melompat dari atap gedung DPRD yang terbakar.

Langkah Komnas HAM dan Desakan Penegakan Hukum

Anis Hidayah menegaskan, dugaan sementara banyak kematian disebabkan oleh kekerasan aparat.

"Kami mendorong aparat penegak hukum melakukan proses penegakan hukum, terutama bagi para korban yang meninggal dunia dan luka-luka yang disebabkan oleh kekerasan aparat," tegas Anis.

Secara spesifik, Komnas HAM telah memeriksa tujuh terduga pelaku terkait kasus tewasnya Affan Kurniawan di Jakarta. Untuk sembilan kasus lainnya, tim investigasi gabungan akan dibentuk.

"Banyak kasus yang menyusul kematian dan luka-luka sehingga lembaga nasional HAM akan membentuk tim," katanya.

Di samping korban jiwa dan luka, Komnas HAM juga menyoroti penanganan massa aksi.

Berdasarkan kunjungan langsung ke Polda Metro Jaya pada Senin, 1 September 2025, Anis menyebut sebanyak 1.683 orang masih ditahan.

Komnas HAM mendorong negara untuk segera memenuhi hak pemulihan bagi semua korban serta membebaskan para peserta aksi yang ditangkap dan ditahan secara sewenang-wenang. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#septinus sesa #polisi #Demo 1 september #Andika Lutfi Falah #demo #Demo 3 September #Affan Kurniawan #Rheza Sendy Pratama #natalius pigai #Saiful Akbar #polri #demo 2 september #Menteri HAM Natalius Pigai #mabes polri #Affan Kurniawan tewas #Menteri HAM #demo dpr #tunjangan DPR #tunjangan perumahan #polda bali #prabowo #Iko Juliant Junior #Muhammad Akbar Basri #komnas ham #sumari #Sarina Wati #dpr