Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mampu Redam Demo Tunjangan DPR, Sjafrie Sjamsoeddin Dikabarkan Gantikan Menko Polhukam Budi Gunawan

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 9 September 2025 | 22:23 WIB
KEPERCAYAAN - Presiden Prabowo dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
KEPERCAYAAN - Presiden Prabowo dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

RADAR BALI - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ad interim.

Penunjukan ini dilakukan setelah posisi tersebut lowong pasca dicopotnya Budi Gunawan dalam reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025).

Berdasarkan undangan yang disebarkan Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Sjafrie dijadwalkan bertemu pejabat Kemenko Polhukam pada Selasa (9/9/2025) siang.

"Dengan hormat kami sampaikan bahwa Menteri Pertahanan RI selaku Menko Polhukam ad interim akan bertemu dengan Pejabat Kemenko Polhukam,” demikian bunyi undangan yang tersebar ke wartawan Istana. 

Dalam reshuffle kabinet keduanya, Presiden Prabowo merombak lima menteri, termasuk mencopot Budi Gunawan dari kursi Menko Polhukam.

Eks kepala Badan Intelijen Negara itu dinilai gagal mengendalikan keamanan dan ketertiban yang menyebabkan 10 orang demonstran meninggal dunia di berbagai daerah.

Sjafrie yang dikenal sebagai orang dekat Prabowo dinilai berhasil melakukan konsolidasi sehingga kerusuhan tersebut tidak meluas.

Hal tersebut ditunjukkan dengan Sjafrie yang memimpin keterangan pers di Hambalang yang dihadiri kapolri, panglima TNI, kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dan menteri dalam negeri pada 28 Agustus 2025, bukan Budi Gunawan sebagai penanggung jawab tertinggi keamanan dan ketertiban negara. 

Karier dan Jejak Militer Sjafrie

Sjafrie Sjamsoeddin dilantik sebagai Menteri Pertahanan pada 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Menteri Pertahanan (2010–2014) serta Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan (2019–2024).

Pria kelahiran Ujungpandang (Makassar), 30 Oktober 1952 ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1974, satu angkatan dengan Presiden Prabowo.

Ia menempuh berbagai pendidikan militer strategis, mulai dari Lemhanas, Seskoad, Sesko TNI, hingga Pendidikan Pandu Udara (Pathfinder).

Karier militernya diawali di Kopassandha (cikal bakal Kopassus) sebagai Komandan Peleton Grup 1. Sejak 1970-an hingga 1990-an, ia menempati posisi penting di kesatuan elite itu, termasuk Komandan Kompi, Perwira Intel, Wakil Asisten Operasi, hingga Komandan Batalyon.

Sjafrie juga pernah menjadi bagian dari satuan pengawal Presiden Soeharto, yang membawanya bertugas ke berbagai negara.

Kariernya terus menanjak hingga menjabat Pangdam Jaya (1997–1999) pada masa transisi menuju Reformasi. Setelah itu, ia menduduki posisi strategis lain seperti Kepala Staf Kodam Jaya, Korsahli TNI, hingga Kapuspen TNI.

Pada 2005, ia masuk birokrasi sipil pertahanan sebagai Sekjen Dephan dan kemudian dipercaya menjadi Wamenhan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Rekam Jejak dan Prestasi

Sjafrie pensiun dari TNI dengan pangkat Letnan Jenderal (Bintang 3), namun kemudian dianugerahi pangkat kehormatan Jenderal Bintang 4 dalam acara Gelar Pasukan Kopassus di Bandung Barat, 10 Agustus 2025.

Ia juga dikenal aktif di luar dunia militer, termasuk menjadi Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) 2018. Pada 2019, ia ditunjuk Prabowo yang saat itu menjabat Menhan sebagai penasihat khusus.

Atas dedikasi dan jasanya, Sjafrie dianugerahi berbagai penghargaan seperti Bintang Mahaputera Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Satyalancana Dharma Bantala (kesetiaaan 24 tahun), hingga Master Parachutist Badge dari US Army.

Dekat dengan Prabowo

Selain rekam jejak militer yang panjang, kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto sejak sama-sama di Akabri 1974 turut memperkuat posisinya.

Penunjukan Sjafrie sebagai Menko Polhukam ad interim dinilai sebagai langkah wajar sekaligus strategis, mengingat kepercayaan pribadi maupun publik yang dimilikinya.

Kini, Sjafrie mengemban tugas ganda sebagai Menhan sekaligus Menko Polhukam ad interim. Meski sifatnya sementara, bukan tidak mungkin ia akan ditetapkan secara definitif sebagai pengganti Budi Gunawan.***

 

 
Editor : Ibnu Yunianto
#kapolri #demo #Ad Interim #Menhan #mendagri #menko polhukam #demo tunjangan DPR #Budi Gunawan #reshuffle kabinet #menteri pertahanan #Sjafrie Sjamsoeddin #panglima tni #sri mulyani #prabowo subianto #demo buruh