Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Baniir Bali: Dua Lansia Tertimbun Longsor, Dua Tewas dan Tiga Hilang saat Ruko Ambruk

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 11 September 2025 | 14:54 WIB
MASIH DICARI - Salah satu korban hilang akibat ambruknya ruko tiga lantai di Jalan Sulawesi, Denpasar.
MASIH DICARI - Salah satu korban hilang akibat ambruknya ruko tiga lantai di Jalan Sulawesi, Denpasar.

RADAR BALI – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Pulau Bali pada Rabu (10/9/2025) telah meninggalkan duka mendalam dan kerusakan parah di sejumlah wilayah.

Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama dua hari berturut-turut memicu salah satu bencana hidrometeorologi terparah dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menelan sembilan korban jiwa dan menyebabkan enam orang lainnya masih dalam pencarian.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan status darurat bencana selama satu pekan untuk mempercepat penanganan.

Data yang terus diperbarui menunjukkan dampak bencana yang meluas, mencakup ratusan titik banjir, belasan titik longsor, dan rusaknya infrastruktur vital.

Berdasarkan data sementara yang dirangkum dari berbagai sumber, korban jiwa tersebar di empat kabupaten/kota.

Polda Bali mencatat empat korban tewas di Denpasar, dua di Jembrana, dua di Gianyar, dan satu korban di Kabupaten Badung.

Kisah Pilu Para Korban

Di tengah bencana, terselip kisah-kisah tragis dari para korban. Di Kabupaten Jembrana, seorang wanita yang tengah hamil dua bulan, Nita Kumalasari (23), ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.

Nita dilaporkan hanyut saat dibonceng oleh suaminya ketika mencoba pulang ke rumah mereka pada Rabu dini hari. Jasadnya ditemukan oleh warga tak jauh dari lokasi ia terseret arus.

Masih di Jembrana, I Komang Oka Sudiastawa (38), meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik di depan rumahnya yang tergenang banjir.

Menurut saksi mata, korban terlihat hendak membuka pagar rumahnya sekitar pukul 03.00 WITA sebelum tiba-tiba terjatuh dan mengambang di genangan air yang merendam sebagian Jalan Denpasar-Gilimanuk.

Sementara itu, di Kabupaten Badung, Endang Cahyaning Ayu (42) menjadi korban setelah mobil yang ditumpanginya bersama sang suami terseret arus luapan Tukad Yeh Poh di Jalan Raya Kerobokan-Canggu.

Jasadnya ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di sebuah proyek vila.

Tragedi paling memilukan terjadi di Denpasar, di mana sebuah rumah toko (ruko) kain di Jalan Hasanuddin roboh diterjang derasnya arus sungai.

Lima orang yang tinggal di ruko tersebut menjadi korban. Dua orang, Nadira (47) dan Khusay (23), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Tiga lainnya, Maimunah (75), Taslim (54), dan Farwah (30), masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar korban hilang.

Selain itu, sesosok jenazah perempuan tanpa identitas juga ditemukan mengapung di sungai Taman Pancing, Denpasar, yang diduga kuat merupakan korban banjir.

Di Kabupaten Gianyar, bencana tanah longsor merenggut nyawa dua lansia, Ni Made Rupet (87) dari Desa Lebih dan Ni Made Latip (75) dari Desa Temesi.

Keduanya meninggal dunia saat sedang terlelap setelah tembok rumah mereka roboh tak kuat menahan longsor.

Dampak Kerusakan Meluas

Skala bencana ini terlihat dari data kerusakan yang masif. Sebanyak 123 titik banjir teridentifikasi di seluruh Bali, dengan konsentrasi tertinggi di Denpasar (81 titik), disusul Gianyar (14 titik), Badung (12 titik), Tabanan (8 titik), serta Karangasem dan Jembrana yang masing-masing memiliki 4 titik.

Bencana ini juga memicu 18 titik tanah longsor yang tersebar di Gianyar, Karangasem, dan Badung. Akibatnya, sebanyak 16 bangunan dilaporkan roboh di Denpasar, Gianyar, Badung, dan Karangasem.

Infrastruktur krusial pun tak luput dari kerusakan, dengan tiga jembatan dilaporkan jebol.

Dari sisi ekonomi, sedikitnya 474 kios dan ruko terendam banjir, mengancam mata pencaharian warga. Bencana ini juga memaksa 240 warga di Denpasar dan Jembrana untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Daftar Korban Hilang

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap enam korban yang dilaporkan hilang. Berikut adalah data sementara korban hilang berdasarkan laporan keluarga:

  1. Made Suwitri (perempuan, 43 tahun)

  2. Tasnim (perempuan, 54 tahun)

  3. Farwa Husein (laki-laki, 32 tahun)

  4. Maimunah (perempuan, 75 tahun)

  5. Ni Ketut Merta (perempuan)

  6. Ni Nyoman Sari (perempuan)***

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #badung #ruko ambruk #berita bali #bmkg #banjir di Bali #Bali Hari Ini #jembrana #pray for bali #banjir denpasar #bencana banjir bali #karangasem #bali banjir #hari ini #banjir bali #bali #10 September 2025 #gianyar