Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Skuad Muda Bali United Diajari Main Bola, PSIM Yogyakarta Tempel Persija

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 21 September 2025 | 12:38 WIB
DEFISIT GOL - Mirza Mustafic dan Boris Kopitovic menentukan penendang penalti ke gawang PSIM.
DEFISIT GOL - Mirza Mustafic dan Boris Kopitovic menentukan penendang penalti ke gawang PSIM.

RADAR BALI - Bali United harus mengakui keunggulan tim tamu, PSIM Yogyakarta, dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/26.

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (20/9) malam, tim berjuluk Serdadu Tridatu kalah 1-3 dari Laskar Mataram.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Bali United di kandang sendiri musim ini, dan makin membuat posisi mereka terpuruk di papan klasemen sementara.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Bali United sempat unggul lebih dulu lewat gol penalti Mirza Mustafic pada menit ke-17.

Penalti diberikan setelah Video Assistant Referee (VAR) menyatakan terjadi handball di kotak terlarang PSIM.

Dengan tenang, Mirza sukses menaklukkan kiper Cahya Supriadi dan membuat tuan rumah memimpin 1-0.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. PSIM Yogyakarta bermain disiplin dan memanfaatkan celah.

Gol balasan datang dari Raka Cahyana pada menit ke-33. Skor kini imbang 1-1.

Menjelang turun minum, PSIM kembali mengejutkan Bali United.

Melalui skema serangan balik cepat, Ezequiel Vidal berhasil menjebol gawang Mike Hauptmeijer di masa injury time babak pertama (45+6').

Skor 1-2 untuk keunggulan PSIM bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Laskar Mataram Bertahan Disiplin

Memasuki babak kedua, Bali United coba meningkatkan intensitas serangan.

Pelatih Johnny Jansen memasukkan beberapa pemain, termasuk Brandon Wilson, Rahmat Arjuna, dan Jens Raven, untuk menambah daya gedor.

Namun, kokohnya lini pertahanan PSIM yang bermain disiplin membuat para pemain Serdadu Tridatu frustasi.

Sebaliknya, PSIM lebih memilih bermain bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik yang mematikan.

Penderitaan Bali United makin bertambah pada menit ke-79. Antos Fase berhasil menuntaskan kerja sama apik dengan Nermin Haljeta lewat sepakan keras di kotak penalti.

Skor 1-3 untuk PSIM dan bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Peran Kunci Ze Valente dan Posisi di Klasemen

Pemain tengah PSIM Yogyakarta, Ze Valente, tampil dominan sepanjang pertandingan dan dinobatkan sebagai Man of the Match.

Dengan kemampuan visi dan umpannya yang akurat, Ze Valente menjadi motor serangan Laskar Mataram.

Mantan pemain Persebaya itu berkali-kali menyulitkan pertahanan Bali United dan menjadi kunci di balik serangan balik cepat yang berbuah gol.

Dengan kekalahan ini, Bali United terperosok ke peringkat 12 klasemen sementara dengan koleksi 6 poin dari enam pertandingan, hasil dari satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan.

Lini depan dan barisan bek Bali United harus dievaluasi karena mereka baru mencetak 6 gol, namun sudah kebobolan 13 kali.

Sementara itu, kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta naik ke peringkat tiga dengan 11 poin.

Mereka menempel ketat Persija Jakarta yang memiliki poin sama namun unggul selisih gol.

Pekan depan, Bali United akan melakoni partai tandang ke markas Semen Padang FC dan berharap mampu mencuri poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.***  

 
 
 
Editor : Ibnu Yunianto
#Jens Raven #Johnny Jansen #Mike Hauptmeijer #psim yogyakarta #nermin haljeta #cahya supriadi #persija #Rahmat Arjuna #brajamusti #laskar mataram #Super League #Raka Cahyana Rizky #bali united #Mirza Mustafic #anton fase #ezequiel vidal #Klasemen Super League #Ze Valente #brandon wilson