RADAR BALI - Kementerian Pekerjaan Umum berencana melelang 22 proyek infrastruktur senilai Rp410,6 triliun dengan skema skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 2026.
Salah satu proyek yang akan dilelang adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Ayung di Bali.
Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU telah mendapatkan dana Rp 800 juta dari APBN 2026 untuk melakukan lelang di awal tahun. Nilai investasi proyek ini ditargetkan Rp 1,5 triliun.
Proyek yang diprakarsai swasta tersebut diharapkan mampu menyediakan air bersih 1.750 liter per detik, yang akan dialirkan ke sekitar 126 ribu sambungan rumah.
Pasokan air bersih tersebut berkontribusi signifikan terhadap swasembada air domestik bagi 1,26 juta jiwa atau sekitar 34% dari total kebutuhan air di kawasan Bali Selatan.
Proyek SPAM Regional Ayung bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Bali Selatan, mencakup Denpasar (750 liter per detik), Badung (500 liter per detik), Gianyar (300 liter per detik), dan Tabanan (200 liter per detik).
Sumber air baku utama SPAM Regional Ayung adalah Bendungan Sidan yang terletak di perbatasan Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli.
Bendungan Sidan yang dibangun sejak 2018 menggenangi 165 bidang tanah di lima desa.
Yakni, Desa Belok Sidan (Badung), Desa Mangani dan Desa Bunutin (Gianyar), serta Desa Langgahan (Bangli). Proyek itu menelan anggaran Rp1,8 triliun.
Bendungan yang memanfaatkan aliran Sungai Ayung tersebut memiliki kapasitas tampung 5,8 juta meter kubik dengan luas genangan 39 hektare.
Selain sebagai sumber air, bendungan Sidan juga dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 452 meter yang mampu mengurangi risiko banjir di Kota Denpasar hingga 108 hektare.
Proyek SPAM Ayung ditargetkan memenuhi kebutuhan air di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan yang diprediksi mencapai 8.452 liter per detik pada 2040.
Jumlah tersebut setara dengan 65% total kebutuhan air bersih di Provinsi Bali.***
Editor : Ibnu Yunianto