Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, banjir yang melanda kawasan Pasar Badung merupakan yang terparah.
"Saat itu banjir di sini mencapai ketinggian 4-5 meter lebih," ungkap I Kadek Agus Arya Wibawa, seraya menambahkan bahwa wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir separah ini.
Pura Taman Beji berada di antara Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Letak pura sekitar 2 meter lebih rendah dibandingkan jembatan penghubung kedua pasar.
Ida Sesuhunan di Pura Taman Beji adalah Ratu Niang Bhatari Sakti. Ratu Niang Bhatari Sakti merupakan pemberi rejeki dan pelindung umat-Nya.
Karena hal itu, banyak pamedek dari kalangan pengusaha, pebisnis, dan pedagang datang bersembahyang di pura ini lantas melanjutkan sembahyang di Pura Melanting.
Para pemedek lazimnya nunas tirta di mata air yang berada di bagian utara Pura Taman Beji untuk dipercikkan ke barang dagangan.
Puluhan Pura di Denpasar Rusak Berat
Berdasarkan data resmi, banjir bandang yang terjadi pada 10 September 2025 telah menyebabkan 18 orang tewas.
Empat korban lainnya, terdiri dari tiga warga Perumahan Permata Residence di Mengwi dan satu pedagang Pasar Kumbasari, dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyatakan bahwa pencarian korban telah dihentikan setelah tujuh hari, sesuai dengan amanat UU No. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Undang-undang tersebut membatasi waktu pencarian dan pertolongan dalam sebuah musibah maksimal selama tujuh hari.
Meskipun demikian, tim Basarnas tetap siap turun ke lapangan jika ada laporan penemuan korban hilang di masa mendatang.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyisiran sungai dan perairan menggunakan perahu karet, hingga pengerahan alat berat untuk mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan material yang luas di berbagai wilayah. Di Badung, 353 titik terdampak, dengan total 861 kepala keluarga.
Sementara itu, di Denpasar, dampak kerusakan meliputi:
-
Denpasar Utara: 675 bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat, dan 28 pura rusak parah.
-
Denpasar Timur: 87 rumah rusak (24 di antaranya rusak berat) dan 12 pura rusak (8 di antaranya rusak berat).
-
Denpasar Selatan: 48 rumah rusak (18 di antaranya rusak berat). Di kecamatan ini tidak ada laporan kerusakan pada pura atau pasar.
-
Denpasar Barat: 73 bangunan rusak (23 di antaranya rusak berat), 2 pura, dan 1 pasar mengalami kerusakan parah.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkomitmen akan menyalurkan bantuan untuk seluruh bangunan yang mengalami kerusakan.***