Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Prabowo Tunjuk Bali jadi Sentra Pengembangan Game, Animasi, dan Film

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 23 September 2025 | 20:18 WIB
HUB ASIA TENGGARA - Indonesia Game Developer Exchange di Bali pada Desember 2024.
HUB ASIA TENGGARA - Indonesia Game Developer Exchange di Bali pada Desember 2024.

RADAR BALI - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Bali sebagai salah satu daerah pusat pengembangan industri kreatif, terutama game, animasi, dan film. 

Keputusan strategis ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 79 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 30 Juni 2025.

Perpres ini menempatkan Bali sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas yang menjadi fokus pengembangan industri kreatif digital di Tanah Air.

Dalam perpres disampaikan bahwa penguatan ekosistem aplikasi dan game bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi produk domestik bruto dari industri kreatif di subsektor aplikasi dan game ditargetkan tumbuh menjadi 6,7 persen - 7,0 persen.

Nilai ekspor subsistem aplikasi dan game ditargetkan meningkat menjadi 6-10 persen. Sedangkan jumlah serapan tenaga kerja di subsektor ini ditargetkan mencapai 187 ribu orang.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah menerapkan berbagai strategi yang meliputi riset, pendidikan, pendanaan, infrastruktur, pengembangan pemasaran, serta insentif.

Pelaksanaan strategi ini difokuskan pada 15 provinsi prioritas, termasuk Sumatera Utara, Jakarta, Jogjakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

Salah satu pusat pendidikan animasi, aplikasi, dan konten digital adalah Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar di kawasan filmTohpati, Denpasar Timur.

Sejak 2015 hingga 2022, BDI Denpasar telah menyelenggarakan diklat animasi yang menghasilkan total 9.481 lulusan. Lulusan dari pusat pelatihan ini juga telah mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Selain sebagai tempat pendidikan, BDI Denpasar juga berfungsi sebagai inkubator bisnis dengan membina 10-20 startup yang bergerak di bidang konten digital, animasi, games, dan kriya setiap tahun.

Bali juga memiliki sejumlah tempat pendidikan formal dan informal, seperti studi film dan musik di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, serta sejumlah pusat pelatihan non-formal yang fokus pada keterampilan praktis, seperti VFX (Visual Effects) dan 3D Modeling.

Sejumlah studio film, animasi, game, dan konten digital juga telah tumbuh di Bali, seperti Brown Bag Films Studio, Timeline Studio, IniDia Studio, InHouse Studio, Bali Digital Creative Studio, Bamboomedia Cipta Persada, Miracle Gates, dan Digital Artisans.***

 

 
 
Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #film #prabowo #game #bali #Balai Diklat Industri #animasi