Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mendagri Tito Karnavian Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Dua Mesin Penggerak, Begini Skemanya

Tim Redaksi • Selasa, 23 September 2025 | 21:18 WIB
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan skema kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan skema kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

JAKARTA, radarbali.jawapos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelar rapat dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut, membahas sinkronisasi pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggerakkan dua mesin utama, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta.

Tito menegaskan, ia sepakat dengan arahan Menkeu bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, melainkan juga harus ditopang peran pemerintah daerah (Pemda) dan sektor swasta.

Menurutnya, Kemendagri telah memantau kinerja ekonomi daerah melalui rapat rutin bulanan yang khusus membahas realisasi pendapatan dan belanja daerah.

“Kami memiliki Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang dapat memantau pendapatan dan belanja secara real time. Setiap bulan kami umumkan data tersebut agar daerah lebih kompetitif. Harapannya, yang rendah menjadi malu, yang tinggi kami berikan reward. Bahkan kami siarkan langsung di YouTube agar transparan,” jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya percepatan belanja daerah untuk mendorong uang beredar di masyarakat.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Pidato di Sidang PBB, Minta Akhiri Perang, Usul Solusi Dua Negara Palestina - Israel

“Mesin pemerintah ini bukan hanya pusat, tetapi juga daerah. Itu tanggung jawab utama Mendagri. Awal bulan depan, Menkeu juga akan hadir dalam rapat koordinasi terkait realisasi pendapatan dan belanja daerah se-Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat, belanja daerah justru melambat, terutama pada pos belanja pegawai (-1,5%), belanja barang dan jasa (-10,6%), serta belanja modal (-32,6%) dibandingkan 2024.

Menurut Suahasil, perlambatan ini salah satunya dipengaruhi pergantian kepala daerah serta kebijakan pencadangan melalui Inpres No.1/2025. Akibatnya, dana Pemda yang mengendap di perbankan per Agustus 2025 mencapai Rp233,11 triliun, lebih tinggi dibanding Rp192,57 triliun tahun lalu.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Desak Dunia Akui Palestina: Sejarah Tidak Menunggu!, Siap Kirim Pasukan Perdamaian

“Kami berharap Pemda mempercepat belanja pada tiga bulan terakhir agar APBD benar-benar menjadi stimulus ekonomi daerah bersama APBN,” tegas Suahasil.***

Editor : M.Ridwan
#tito karnavian #pertumbuhan eknomi #Menkeu Purbaya #mendagri