Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Musibah Beruntun di Jatim: 6 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Terjebak Reruntuhan dan Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Sumenep

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:53 WIB
Petugas melihat bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).
Petugas melihat bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

RADAR BALI - Provinsi Jawa Timur diterpa rentetan bencana dalam beberapa hari terakhir.

Setelah serangkaian insiden angin kencang, wilayah ini diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,5 yang berpusat di perairan Sumenep.

Sementara itu, tim gabungan terus berupaya mengevakuasi enam santri yang masih tertimbun reruntuhan di Pondok Pesantren Al Khozyni, Sidoarjo.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (1/10), penanganan darurat tiga bencana ini terus berlangsung intensif di lapangan.

Evakuasi Santri di Sidoarjo

Di Kabupaten Sidoarjo, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban insiden reruntuhan di Pondok Pesantren Al Khozyni terus dilakukan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari 332 personel SAR dari berbagai instansi, termasuk BASARNAS dan BPBD dari Sidoarjo serta kabupaten sekitarnya, dikerahkan dengan sistem bergantian.

Jumlah korban yang tertimbun masih simpang siur karena tidak diketahui jumlah santri yang mengikuti shalat magrib berjemaah saat peristiwa terjadi.

Berdasarkan data absensi santri, 91 orang diduga tertimbun material bangunan. 

Hingga Selasa (30/9) pukul 19.00 WIB, tim SAR gabungan mendeteksi adanya enam korban yang masih bertahan hidup di salah satu segmen reruntuhan.

Makanan dan minuman telah disalurkan melalui celah untuk menjaga kondisi mereka.

Proses evakuasi difokuskan secara manual karena penggunaan alat berat dikhawatirkan dapat memperparah kondisi reruntuhan.

Tim gabungan tengah menunggu asesmen dari Basarnas untuk menentukan langkah selanjutnya.

Sementara itu, tim medis mencatat 100 orang terdampak, dengan 26 orang masih menjalani rawat inap, 70 orang telah dipulangkan, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Insiden yang masuk kategori bencana kegagalan teknologi ini menjadi perhatian serius Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Mantan direktur kontra separatisme Badan Intelejen Negara itu dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi untuk memberikan dukungan dan pendampingan.

Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Sumenep

Di Kabupaten Sumenep, gempa M6,5 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (30/9) malam.

Guncangan kuat pada pukul 23.49 WIB sempat memicu kepanikan warga. Data kaji cepat BPBD mencatat tiga warga luka-luka dan telah mendapat perawatan.

Selain itu, gempa juga merusak 30 unit rumah, empat fasilitas ibadah, dan satu fasilitas kesehatan.

Listrik sempat padam di Kecamatan Gayam dan kini dalam proses pemulihan. Hingga pagi hari ini, tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan dan penanganan darurat.

Angin Kencang di Berbagai Daerah

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Jawa Timur dilanda bencana angin kencang.

Di Kabupaten Bojonegoro, angin kencang merusak 40 rumah dan satu unit rumah rusak parah, berdampak pada 41 kepala keluarga (KK).

Di Kabupaten Pasuruan, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan merusak 13 rumah, yang berdampak pada 13 KK.

Sementara itu, di Kabupaten Bondowoso, angin kencang merusak rumah dan menumbangkan pohon, berdampak pada 14 KK.

Seluruh penanganan darurat di lokasi-lokasi ini masih terus berlangsung dengan melibatkan personel BPBD.

BNPB mengimbau masyarakat di seluruh wilayah rawan bencana untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana lainnya. ***

 

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#jawa timur #Abdul Muhari #Sumenep #khofifah #musibah #bojonegoro #pasuruan #BNPB #angin kencang #bondowoso #Gempa M6 #bencana #Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk #Santri