Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BNPB: 54 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Tertimbun Reruntuhan Gedung

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:03 WIB
Petugas melihat bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).
Petugas melihat bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

RADAR BALI – Memasuki hari kelima pascakejadian, tim gabungan terus melakukan pencarian korban musibah runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada Jumat (3/10), tim pencarian dan pertolongan (SAR) kembali menemukan empat jenazah, menambah jumlah korban meninggal menjadi sembilan orang.

Menurut data absensi yang dirilis pihak pesantren, masih ada 54 santri yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Keempat jenazah yang baru ditemukan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Operasi Pencarian 24 Jam Nonstop

Lebih dari 400 personel gabungan dari berbagai instansi, seperti Basarnas, TNI-Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, dan relawan, diterjunkan untuk operasi SAR ini.

Tim bekerja 24 jam penuh secara bergantian, menggunakan berbagai metode pencarian, mulai dari pemanggilan suara hingga penggunaan peralatan khusus seperti Search Cam Flexible Olympus dan Xaver 400 Wall Scanner.

“Lebih dari 400 personel tim SAR gabungan bekerja siang dan malam selama 24 jam,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, di posko darurat BNPB, Sidoarjo, Kamis (3/10).

Kepala BNPB dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah menemui keluarga korban untuk menjelaskan hasil asesmen tersebut.

Keluarga korban pun menyepakati penggunaan alat berat dan menyatakan kesiapan mereka untuk menerima apapun hasil evakuasi.

Hasil pemeriksaan menyeluruh memastikan tidak adanya tanda-tanda korban selamat.

Karena itu, tim memutuskan untuk fokus pada evakuasi dan pembersihan reruntuhan menggunakan alat berat.

Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan keluarga korban.

“Seluruh pihak keluarga korban sudah merelakan dan mengikhlaskan apabila kemudian alat berat ini masuk akan mengganggu kondisi jenazah di bawah reruntuhan,” tambah Suharyanto.

Pada Rabu (1/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban, dengan lima di antaranya selamat dan dua meninggal dunia. 

Dukungan Penuh BNPB dan Data Korban Terkini

BNPB memberikan dukungan penuh dalam operasi ini, termasuk penyediaan 200 kantong jenazah, 4.000 masker, dan alat pelindung diri (APD) lainnya.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan insentif operasional bagi personel dan anggaran untuk penggunaan alat berat, seperti tiga unit crane, satu unit excavator breaker, dan 30 unit dump truck yang dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.

Hingga Kamis (3/10) pukul 11.45 WIB, data sementara menunjukkan total 166 korban terdampak, dengan 111 orang telah ditemukan.

Sebanyak 14 orang dirawat inap di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo dan Surabaya.

Selain itu, 89 orang telah diperbolehkan pulang, dan sembilan orang dinyatakan meninggal dunia.

Suharyanto menyampaikan bahwa potensi penemuan korban meninggal masih mungkin terjadi.

Perkembangan informasi akan terus disampaikan secara berkala melalui posko BNPB, yaitu pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00 WIB setiap hari.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Abdul Muhari #BNPB #Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk #Suharyanto