RADAR BALI - Proyek jalan tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik secara resmi masuk dalam daftar 19 proyek tol strategis nasional yang akan dilelang oleh pemerintah pada 2026.
Dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp 23,33 triliun, proyek ini menjadi bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang total investasinya mencapai Rp 408,68 triliun.
Pemerintah, melalui Kementerian PUPR, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 27,55 miliar untuk tahap persiapan dan pelaksanaan lelang proyek-proyek ini.
Ruas tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik merupakan salah satu dari tujuh proyek tol prakarsa pemerintah (solicited) yang akan dilelang.
Berbeda dengan skema sebelumnya, Kementerian PUPR kini menyiapkan skema baru KPBU yang tidak lagi mengandalkan dukungan konstruksi dari APBN.
Ini berarti, seluruh biaya pembangunan akan ditanggung sepenuhnya oleh Badan Usaha yang memenangkan lelang.
Meski demikian, pemerintah menyiapkan dukungan dana penjaminan sebesar Rp383 miliar.
Selain ruas Tuban-Lamongan-Gresik, proyek prakarsa pemerintah lainnya yang juga dilelang meliputi: Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), Pejagan-Cilacap, Malang-Kepanjen, Gedebage-Tasikmalaya, Gilimanuk-Mengwi, Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing.
Proyek Strategis Sepanjang 60,55 Kilometer
Jalan tol ini akan menghubungkan kota-kota penyangga Surabaya yaitu Tuban, Lamongan dan Gresik.
Proyek ini akan menjadi bagian penting dari jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa yang menghubungkan Surabaya – Semarang – Jakarta.
Keberadaan tol ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi di wilayah sekitar dan memperlancar lalu lintas perdagangan tingkat nasional.
Selain itu, tol ini juga dirancang untuk mendukung aksesibilitas rencana pembangunan Kilang Minyak Tuban PT Pertamina Rosneft dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.
Proyek ini akan terkoneksi dengan beberapa ruas tol lainnya, seperti Jalan Tol Demak–Tuban, Ngawi–Bojonegoro–Babat, Krian–Legundi–Bunder–Manyar, dan Surabaya-Gresik.
Jalan tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik direncanakan memiliki panjang 60,55 kilometer dan akan melintasi tiga kabupaten, yaitu Gresik, Lamongan, dan Tuban.
Proyek ini akan dilengkapi dengan tiga simpang susun dan 49 crossing jalan untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Trase jalan ini akan melewati 41 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Tuban, yakni Bancar, Kerek, Merakurak, Semanding, dan Tambakboyo.
Tol ini akan tersambung dengan tol Semarang-Demak-Tuban dan tol Bunder-Manyar yang menghubungkan tol ini dengan jaringan jalan tol Trans Jawa.
Untuk fasilitas pendukung, rest area akan dibangun di wilayah Kabupaten Lamongan.
Sedangkan rest area untuk ruas tol Demak-Tuban akan berlokasi di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Tuban.
Tahap Selanjutnya: Pembebasan Lahan
Penyusunan trase tol ini telah rampung sejak 2022, sedangkan tahap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) juga telah selesai.
Setelah lelang pada awal 2026, proyek ini akan dilanjutkan dengan tahap pembebasan lahan.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Jawa, khususnya di sepanjang jalur Gresik, Lamongan, dan Tuban.***
Editor : Ibnu Yunianto