RADAR BALI - Pemerintah Jepang rupanya menaruh perhatian pada hilangnya pantai-pantai di Bali akibat perubahan iklim.
Hal tersebut terbukti dengan kesediaan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mendanai revitalisasi sejumlah pantai di Bali yang tergerus abrasi melalui Bali Beach Conservation Project Phase II (BBCP 2).
Proyek BBCP 2 terbagi menjadi dua paket utama. Paket pertama berfokus pada konservasi Pantai Candidasa, Manggis, Karangasem.
Sementara paket kedua menangani kawasan padat turis Pantai Kuta, Pantai Legian, dan Pantai Seminyak.
Garis Pantai Candidasa telah mengalami penyusutan drastis akibat abrasi menyisakan bentangan pasir sekitar 5-10 meter.
Proyek BBCP 2 hadir untuk mengembalikan kondisi pantai seperti era 1970-an dan 1980-an yang dikenal dengan hamparan pasir putih sejauh puluhan meter.
Untuk mencapai tujuan tersebut, serangkaian pekerjaan konstruksi dilakukan di sepanjang 5,5 km garis pantai.
Metode utama yang digunakan adalah sand nourishment, yaitu penambahan pasir ke area pantai yang tergerus.
Pasir yang digunakan untuk proyek ini diambil dari Pantai Jimbaran di Kabupaten Badung dengan volume mencapai 278.000 meter kubik.
Agar terlindung dari abrasi lanjutan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan penguat pantai (revetment), tembok pelindung pantai (groin), dan trotoar (walkway). Untuk memperkuat pantai, Kementerian PU menambahkan kerikil atau gravel sebanyak 84.000 meter kubik.
Untuk menunjang proyek tersebut, Kementerian PU membangun pusat penimbunan pasir laut di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar.
Selain memperbaiki bibir pantai, Kementerian PU juga melakukan penanaman terumbu karang.
Anggaran untuk Paket 1 ini mencapai Rp518,27 miliar dengan PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksananya.
Proyek ini telah dimulai sejak April 2025 dan diproyeksikan rampung pada September 2026.
Proyek di Kawasan Kuta-Legian-Seminyak
Sementara itu, Paket 2 berfokus pada revitalisasi kawasan Kuta, Legian, dan Seminyak.
Proyek ini juga juga menggunakan metode sand nourishment dengan volume yang jauh lebih besar, yaitu 610.000 meter kubik.
Selain itu, akan dibangun empat breakwater baru untuk memecah gelombang dan mengurangi abrasi.
Revitalisasi stockpile di Mertasari Sanur juga menjadi bagian penting dari proyek ini untuk memastikan ketersediaan pasokan pasir yang berkelanjutan.
Anggaran untuk Paket 2 sebesar Rp267,65 miliar dan dikerjakan oleh PT Adhi - Minarta.***
Editor : Ibnu Yunianto