RADAR BALI – Proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Paket 3 kini telah menembus Besuki, perbatasan antara Probolinggo dan Situbondo.
Hingga 19 Oktober, progres pembangunan tol tersebut sudah selesai 97,48 persen sejak dikerjakan pada April 2023.
Ditargetkan proyek tersebut selesai pada akhir Oktober atau 912 hari kerja dan siap dioperasikan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Saat ini, pekerjaan yang masih harus diselesaikan meliputi pemasangan rambu lalu lintas, guard rail (pembatas jalan), pembatas jalan, serta akses penting menuju Gerbang Tol Paiton 3.
Tol senilai Rp4,07 triliun tersebut mampu memangkas waktu tempuh dari Surabaya–Banyuwangi menjadi hanya 4 jam saja.
Proyek yang dikerjakan BUMN konstruksi PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk mampu mengatasi serangkaian tantangan teknis dalam pembangunannya.
Selain meningkatkan akses Jawa-Bali, jalan tol tersebut juga dibangun untuk meningkatkan akses ke destinasi wisata prioritas nasional seperti Kawah Ijen, Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo.
Di balik progres yang melesat, tim konstruksi harus berhadapan dengan kompleksitas lapangan yang luar biasa.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa salah satu kendala utama proyek ini adalah trase jalan tol yang bersinggungan langsung dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jawa–Bali.
"Tim proyek berhasil melakukan relokasi beberapa tower transmisi listrik antarpulau melalui koordinasi erat lintas sektor," ungkap Joko Raharjo.
Karena melewati medan yang sempit, kontraktor juga harus membangun overpass yang membelah gunung batu tepat di atas Pembangkit Listrik Paiton yang dioperasikan PT PLN Nusantara Power.
Selain tantangan medan, proyek ini juga menjadi ajang inovasi konstruksi.
PTPP menerapkan teknologi canggih seperti sistem Modular Bekisting Barrier Modified, sebuah teknologi bekisting cepat pasang yang presisi tinggi dan hemat biaya.
Proyek ini menjadi pelopor penggunaan material timbunan batu gunung pada badan jalan tol. Terobosan tersebut belum pernah diterapkan di proyek tol lainnya di Indonesia.
Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, Tol Probowangi didapuk sebagai pembuka koridor ekonomi baru di ujung timur Pulau Jawa.
"Jalan tol yang membentang dari Probolinggo hingga Banyuwangi ini akan mempercepat waktu tempuh antarwilayah, menurunkan ongkos logistik, serta memperkuat integrasi kawasan industri dan destinasi wisata unggulan Jawa Timur," jelas manajemen PTPP.
Dengan hampir rampungnya proyek Paket 3 ini, seluruh manfaat ekonomi, logistik, dan pariwisata diharapkan dapat segera dirasakan, menjadikan ujung timur Jawa sebagai gerbang konektivitas yang lebih efisien menuju Bali. ***
Editor : Ibnu Yunianto