RADAR BALI - Tes Kompetensi Akademik (TKA) Bahasa Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2025 akan berfokus utama pada pengujian keterampilan membaca.
Keterampilan ini diujikan melalui interaksi siswa dengan dua jenis teks utama: teks informasi dan teks fiksi.
Artikel ini akan memaparkan secara rinci materi, kisi-kisi, hingga contoh soal untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi TKA 2025.
Pengujian keterampilan membaca dalam TKA dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap berbagai jenis wacana, baik yang bersifat faktual maupun imajinatif.
1. Teks Informasi (Tunggal maupun Jamak)
Teks ini dapat berbentuk tunggal atau jamak (berupa perbandingan dua teks atau lebih).
Teks informasi menyajikan konten yang berisi fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi dari berbagai bidang atau topik.
Cakupan konteksnya sangat luas, mulai dari skala lokal, nasional, hingga global, serta mencakup berbagai genre ilmiah maupun populer.
2. Teks Fiksi
Teks fiksi yang diujikan memiliki keragaman bentuk, mulai dari realisme hingga absurd. Karakteristik utamanya meliputi:
Latar Cerita: Konkret atau abstrak.
Tokoh: Memiliki karakter yang bulat (kompleks).
Konflik: Bersifat tunggal atau jamak, sering kali dengan penyelesaian yang terbuka.
Struktur: Menggunakan alur campuran dan sudut pandang campuran.
Karakteristik Kebahasaan Teks TKA
Teks yang dipilih untuk TKA memiliki karakteristik kebahasaan tertentu yang bertujuan mengukur kedalaman literasi siswa:
Aspek Karakteristik Khusus Teks TKA
Kosakata Menggunakan paduan kata khusus dan umum, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, hingga konotatif dalam konteks luas.
Kalimat Kalimat cenderung padat, berkisar 8–12 kata per kalimat, sering menggunakan kalimat kompleks dengan beragam pola, dan dapat menampilkan kalimat inversi.
Wacana Panjang teks berkisar 250–300 kata (kecuali teks puisi).
Penggunaan konjungsi antarparagraf bermakna ‘pertentangan’ dan ‘sebab akibat’ menjadi kunci, didukung oleh tanda baca yang tepat untuk memperkuat ungkapan dan makna.
Kisi-Kisi Utama: Tiga Kompetensi Kritis
TKA Bahasa Indonesia mengukur keterampilan membaca melalui lima aspek yang dikelompokkan menjadi tiga kompetensi utama.
A. Tiga Kompetensi Utama
Kompetensi Deskripsi
1. Pemahaman Tekstual
Kemampuan memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit (tersurat), termasuk mengelompokkan, menyusun ulang, dan menyajikan kembali informasi tersebut.
2. Pemahaman Inferensial
Kemampuan menarik kesimpulan dan membuat interpretasi berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks.
3. Evaluasi dan Apresiasi
Kemampuan membuat penilaian kritis terhadap gagasan, fakta, atau opini, serta memberikan tanggapan emosional dan estetis terhadap teks, termasuk menilai penggunaan bahasa oleh penulis.
B. Aspek Keterampilan Membaca yang Diukur
Secara operasional, kompetensi di atas diukur melalui kemampuan siswa untuk:
Mengidentifikasi informasi tersurat (eksplisit) dalam teks.
Menyusun ulang, membuat ikhtisar, atau menyajikan kembali informasi tersurat.
Mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat (implisit) dalam teks.
Menilai gagasan, fakta, atau opini.
Menanggapi isi teks, mengidentifikasi diri dengan tokoh atau kejadian, dan menanggapi gaya bahasa penulis.
Rincian Sub-Kompetensi dan Contoh Aplikasi Soal
Berikut adalah rincian sub-kompetensi beserta contoh implementasinya dalam soal:
Kompetensi Sub-Kompetensi Contoh Aplikasi dalam Soal
Pemahaman Tekstual Mengidentifikasi penggunaan kata serapan/istilah (misalnya, mencari makna kata mobilisasi).
Soal 1: Makna istilah mobilisasi pada paragraf kedua teks (Lautan & Plastik) adalah...
Menyusun kerangka atau bagan (misalnya, membuat peta konsep dari teks).
Soal 11: Bagan yang tepat untuk menggambarkan bagian-bagian penting dalam teks (Ekonomi Digital) adalah...
Pemahaman Inferensial Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, konflik, atau nilai-nilai dalam teks.
Soal 2: Apa gagasan utama pada paragraf pertama teks (Lautan & Plastik)?
Soal 5: Apa permasalahan yang dihadapi tokoh aku dalam kutipan fiksi?
Menjelaskan hubungan makna antarkalimat dan/atau antarparagraf.
Soal 9: Pernyataan yang tepat sesuai isi kedua teks (Rhodamin B) berkaitan dengan...
Memprediksi lanjutan atau akhir cerita/uraian.
Soal 6: Apa yang akan terjadi jika tokoh aku tidak datang ke rumah iyye?
Evaluasi & Apresiasi Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.
Soal 7: Keterkaitan nilai sosial dalam kutipan cerpen dengan kehidupan sehari-hari adalah...
Menilai keakuratan, kecukupan, atau ketepatan informasi (misalnya, tujuan penyampaian dampak kesehatan).
Soal 10: Mengapa kedua teks (Rhodamin B) menyebutkan dampak kesehatan?
Menilai ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa (misalnya, alasan kalimat tertentu digunakan penulis).
Soal 4: Mengapa penulis menggunakan kalimat “Solusi tersebut tidak mudah.”?
Persiapan TKA Bahasa Indonesia 2025 seyogianya tidak hanya berfokus pada hafalan teori, tetapi juga pada penguatan kemampuan analisis teks secara kritis dan mendalam.
Latihan intensif terhadap berbagai jenis teks, baik fiksi maupun informasi, dengan mempertimbangkan karakteristik kebahasaan di atas, akan sangat membantu siswa meraih hasil maksimal.***
Editor : Ibnu Yunianto