Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sedihnya Tol Gilimanuk Mengwi: Terancam Molor ke 2027, Jauh Tertinggal dari Getaci dan Probowangi

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 3 November 2025 | 21:11 WIB
PERLU REMBUGANG - Menteri PU Dody Hanggodo dan Gubernur Wayan Koster perlu berdiskusi tentang ruas prioritas Tol Gilimanuk-Mengwi.
PERLU REMBUGANG - Menteri PU Dody Hanggodo dan Gubernur Wayan Koster perlu berdiskusi tentang ruas prioritas Tol Gilimanuk-Mengwi.

RADAR BALI - Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang sempat dicanangkan Jokowi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) kini menghadapi kenyataan yang menyedihkan.

Proyek ambisius ini ditinggalkan calon investor karena gagal mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan dan hingga kini tak kunjung diminati investor baru.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara terbuka mengakui bahwa investor profesional ogah melirik tol sepanjang 96,84 kilometer kilometer itu.

Masalah utamanya bukan tidak adanya dukungan dana dari perbankan, melainkan karena sesuatu yang sangat fundamental bagi proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU): kepastian lalu lintas dan potensi keuntungan.

Dody mengatakan, investor berpegangan pada prinsip ekonomi sederhana: Tidak ada lalu lintas, tidak ada pendapatan.

Inilah yang menjadi penghalang utama Tol Gilimanuk-Mengwi, yang direncanakan menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di Barat ke Mengwi di Badung.

"Karena ramainya traffic bukan di situ. Jadi, masih banyak diskusi," ungkap Dody dalam keterangan pers di Kementerian PU, Jakarta.

Berdasarkan perhitungan Kementerian PU, jalan tol Gilimanuk-Mengwi hanya mendatangkan traffic 2.631 kendaraan per hari.

Traffic yang berkorelasi langsung dengan pendapatan dari tarif tol tersebut dinilai investor sangat rendah untuk proyek dengan nilai investasi Rp 25,4 triliun.

Bandingkan dengan tol Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dengan nilai investasi Rp 21,07 triliun.

Direktur Utama PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi Adi Prasetyanto, memprediksi lalu lintas dari kendaraan yang keluar di Leces (Probolinggo) saja sudah mencapai 7.000 kendaraan per hari.

Bila jalan tol dilanjutkan hingga Banyuwangi, traffic-nya diprediksi melampaui 20.000 kendaraan per hari.

Perbandingan yang kontras tersebut membuat membuat Tol Gilimanuk-Mengwi berulang kali gagal lelang, bahkan konsorsium pemenang tender sebelumnya tak mampu mencapai financial close.

Progres Paling Buncit, Terancam Molor ke 2027

Kondisi trafik yang meragukan membuat Tol Gilimanuk-Mengwi harus menerima takdir menjadi proyek yang paling tertinggal di antara empat proyek tol prioritas yang sedang dikaji Kementerian PU.

Menteri Dody meyakini bahwa Tol Sentul Selatan-Karawang Barat dan Tol Gedebage-Tasikmalaya (Getaci) akan jauh lebih maju dan berpotensi menyelesaikan penandatanganan kontrak pada tahun 2026.

Sebaliknya, Tol Gilimanuk-Mengwi, yang membutuhkan pengkajian dan perubahan ruas mendasar, diprediksi akan rampung paling lambat, bahkan berpotensi baru menyelesaikan tender pada tahun 2027.

"Gilimanuk-Mengwi, apakah ruasnya itu apakah mau pakai ruas Gilimanuk-Mengwi atau mau pakai ruas yang lain. Itu benar-benar masih diskusi dengan calon investor-nya dan Pemda setempat," tutur Dody.

Menghadapi kondisi sepi peminat tersebut, Kementerian PU tidak menyerah dan mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan proyek warisan PSN Jokowi yang masuk daftar proyek strategis Prabowo.

Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap pengkajian ulang secara menyeluruh.

Pemerintah membuka opsi untuk mendiskusikan perubahan rute yang lebih menjanjikan.

Selain itu, kelangsungan tol ini juga dihubungkan dengan proyek infrastruktur lain, terutama Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) yang secara otomatis akan meningkatkan trafik di wilayah utara Bali.

Kepala BPJT Wilan Oktavian mengakui fokus lelang ulang tol Gilimanuk-Mengwi kini adalah pada segmen kedua yang dianggap lebih prospektif, yaitu ruas Pekutatan-Soka-Mengwi sepanjang 43,2 km.

Dengan skema KPBU baru, pemerintah akan membiayai biaya konstruksi ruas tol yang tidak prospektif karena trafik rendah (ruas Gilimanuk-Pekutatan), sehingga investor hanya perlu berinvestasi pada ruas yang trafiknya tinggi.

Ruas Pekutatan-Soka-Mengwi yang menghubungkan Jembrana-Tabanan-Badung diyakini lebih menjanjikan secara ekonomi, dan menjadi harapan terakhir agar Tol Gilimanuk-Mengwi tidak mati suri. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #badung #tabanan #tol sentul jonggol karawang #kementerian pu #jembrana #Tol Getaci #Menteri PU Dody Hanggodo #Tol Gilimanuk Mengwi #wayan koster #bali #prabowo subianto #Tol Probowangi #kepala bpjt