RADAR BALI - Sebanyak 456 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB di Bali menyelenggarakan tes kompetensi akademik (TKA) pada hari pertama, Senin (3/1).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Bali, jumlah siswa yang mengikuti TKA tercatat 50.701 siswa.
Jumlah tersebut meliputi 77,74 persen dari total siswa di tingkat SMA/SMK/SLB di Bali sebanyak 65.221 siswa.
Hampir seluruh siswa di Bali mengikuti TPA secara daring.
Peserta TKA didominasi oleh siswa dari Denpasar sebanyak 14.197 siswa dan Buleleng sebanyak 10.566 siswa.
Selain itu, Badung sebanyak 9.625 siswa, dan Gianyar sebanyak 8.434 siswa.
Sebanyak 54 satuan pendidikan di Bali tidak menyelenggarakan TKA, sehingga sebanyak 14.520 siswa tidak mengikuti TKA.
Terdapat sejumlah alasan siswa tidak mengikuti TKA.
Pertama, tidak berencana untuk melanjutkan kuliah atau mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi.
Kedua, memilih untuk melanjutkan praktik kerja lapangan (PKL), selain itu, ada juga siswa berkewarganegaraan asing yang tidak berhak untuk mengikuti SNPMB.
Alasan lain adalah sakit dan tidak siap mengikuti TKA.
Sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, TKA tidak bersifat wajib sehingga siswa bisa memilih untuk tidak mengikuti TKA.
Meski demikian, konsekuensinya, siswa yang bersangkutan tidak dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Hal tersebut karena penentuan prestasi siswa di SNBP kini menggunakan nilai rapor dan nilai TKA sebagai validator atau pembanding.
Ada tiga mata pelajaran wajib yang diujikan dalam TKA, yakni matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris.
Selain itu, terdapat dua mata pelajaran pilihan yang dapat dipilih oleh siswa SMA, yakni fisika, kimia, biologi, ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, dan bahasa asing.
Sedangkan dua mata pelajaran pilihan untuk siswa SMK meliputi produk kreatif dan kewirausahaan.
TKA dilaksanakan selama dua hari, masing-masing 150 menit untuk hari pertama dan 130 menit untuk hari kedua. ***
Editor : Ibnu Yunianto