Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gubernur Mualem Gebrak Kepala Daerah yang Dinilai Cengeng: Kalau Gampang Menyerah, Minta "Letakkan Jabatan!", Ini Argumennya

Rizki Maulizar • Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:02 WIB

 

MINTA BUPATI-WALI KOTA GIGIH : Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. (foto:dok. Pemprov Aceh)
MINTA BUPATI-WALI KOTA GIGIH : Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. (foto:dok. Pemprov Aceh)

 

Radar Bali.id– Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melontarkan teguran keras yang menggemparkan kepada sejumlah bupati dan wali kota di Aceh.

Mereka dinilai "cengeng" dan menyerah dalam menghadapi bencana banjir bandang dan longsor yang kini diibaratkan Mualem sebagai "Tsunami Kedua" bagi Tanah Rencong.

Dalam sebuah pernyataan video yang dikutip pada Jumat (5/12/2025), Mualem tanpa tedeng aling-aling mendesak 8 kepala daerah yang dianggap tidak siap memimpin di masa krisis ini untuk mundur.

"Saya harapkan kepada bupati/wali kota yang cengeng, letakkan jabatan. Ganti yang lain. Tidak ada salahnya," tegas Mualem.

Minta Jangan Lari dan Soroti Mental "Cengeng"

Pria yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menekankan bahwa seorang pemimpin daerah tidak boleh mencari alasan atau lari dari tanggung jawab saat masyarakat sedang berjuang melawan bencana.

"Kepala daerah jangan lari. Jangan ambil alasan tidak tahu. Kepala daerah harus memulai gerakan, memimpin masyarakat, bukan sebaliknya," ujarnya keras.

Mualem menyinggung sikap mudah menyerah yang ditunjukkan, khususnya saat menghadapi skala bencana yang luar biasa saat ini.

"Ini saja sudah melakukan diri, cengeng. Siapa suruh naik jadi pemimpin kalau sedikit persoalan sudah menyerah?" sentilnya.

Dia juga mengingatkan para pemimpin daerah bahwa jabatan adalah amanah yang menuntut keberanian mengambil keputusan di saat krisis. Mualem bahkan menuntut pemimpin daerah untuk selalu bersama rakyat, bukan hanya saat momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saja.

Ajak Semua Pihak ke Garis Depan

Mengingat bencana banjir dan longsor kali ini memiliki skala yang luas, Mualem menegaskan bahwa penanganan di lapangan harus kuat, tidak cukup hanya dengan koordinasi di atas meja.

Gubernur Mualem telah meminta seluruh jajaran pemerintahan, dari provinsi hingga tingkat gampong, untuk segera meningkatkan koordinasi dan respons cepat. Pemerintah Aceh saat ini terus memonitor perkembangan dan memprioritaskan:

Percepatan pembukaan akses jalan yang terputus, distribusi logistik bantuan, penanganan cepat para pengungsi.

Di tengah situasi yang penuh tantangan, Mualem menutup pernyataannya dengan seruan moral agar Aceh tidak sendirian menghadapi krisis ini. Dia mendesak para pemimpin daerah untuk benar-benar berdiri di garis depan untuk memastikan setiap warga terdampak segera mendapatkan pertolongan.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #aceh #kepala daerah #gubernur aceh #bencana banjir #penanganan bencana