Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Harga BBM di Gayo Lues Tembus Rp50 Ribu/Liter Akibat Longsor, Warga Terancam "Mati Mesin"

Rizki Maulizar • Rabu, 10 Desember 2025 | 02:06 WIB
MENEMBUS BANJIR : Distribusi BBM Pertamina menembus banjir di Aceh-Sumatra. (Antara /Tim Media Prabowo)
MENEMBUS BANJIR : Distribusi BBM Pertamina menembus banjir di Aceh-Sumatra. (Antara /Tim Media Prabowo)

GAYO, RadarBali.id— Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo telah menyebabkan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang parah, mendorong harga eceran melonjak tak terkendali hingga mencapai Rp50.000 per liter di Gayo Lues.

Kondisi ini terjadi lantaran jalur utama pasokan BBM terputus total selama sepekan, membuat truk tangki pengangkut tidak dapat masuk. Masyarakat kini kehabisan stok bahan bakar, mengancam lumpuhnya operasional kendaraan roda dua dan roda empat yang sangat vital untuk mencari kebutuhan pokok dan bertahan hidup.

Kepanikan Warga dan Harga Selangit

Akibat jalan yang tak kunjung normal, masyarakat mengalami kesulitan besar mendapatkan BBM. Kepanikan pun melanda, di mana warga khawatir kendaraan mereka akan "mati mesin" dan tidak bisa digunakan untuk mencari sembako atau keperluan lainnya.

"Ini hal wajar, karena kami sudah mendapatkan minyak," ujar seorang warga yang berhasil membeli BBM dengan harga mencekik tersebut.

Namun, tidak semua warga bernasib sama. Reza, seorang warga Gayo Lues, mengungkapkan kesedihannya. "Ada masyarakat yang tidak memiliki uang banyak hanya menanyakan harga dengan menelan air ludah sendiri," katanya.

Harapan pada Pemerintah

Saat ini, warga mengandalkan sisa-sisa minyak yang ada dan rela menempuh perjalanan yang sangat jauh, bahkan antar pelosok desa, demi mendapatkan beberapa liter BBM untuk menyambung hidup keluarga. Mereka terus mencari informasi kapan jalan akan kembali dibuka.

Warga hanya bisa berharap agar Pemerintah Gayo Lues dan Pemerintah Aceh segera turun tangan untuk memperbaiki jalan yang longsor secepatnya.

Tragisnya, harapan ini terkadang terasa hampa. Selain krisis BBM, pasokan sembako juga lambat, dan hujan kembali menerpa daerah dataran tinggi Gayo, menambah penderitaan masyarakat di tengah bencana.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #aceh #distribusi bbm #banjir #Sumatra