Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Cek Langsung Dampak Banjir Langkat, Fokus Pemulihan Warga

Tim Redaksi • Minggu, 14 Desember 2025 | 02:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Mendagri Tito Karnavian saat cek dampak banjir di Langkat Sumatera
Presiden Prabowo Subianto didampingi Mendagri Tito Karnavian saat cek dampak banjir di Langkat Sumatera

LANGKAT, radarbali.jawapos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung korban banjir yang masih mengungsi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). Kunjungan tersebut juga dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution.

Kehadiran Presiden Prabowo dan Mendagri Tito disambut antusias para pengungsi yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan secara langsung keluhan dan aspirasi mereka, terutama terkait kelanjutan penghidupan pascabencana banjir.

Dalam dialog bersama warga, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari kekurangan air bersih, ketersediaan air minum, hingga perbaikan tanggul yang jebol.

 Baca Juga: Dukung Pembangunan Daerah, Tito Karnavian Dorong Banda Neira Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

“Saya akan kerahkan semua kekuatan. Alhamdulillah, kondisi Sumatera Utara sudah lebih baik,” kata Prabowo di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).

Presiden Prabowo menyampaikan akan mengerahkan personel TNI Angkatan Darat dan Polri untuk membantu percepatan penanganan wilayah yang masih terendam banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat. Ia juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi pengungsi dari hari ke hari hingga aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.

Prabowo meminta masyarakat tetap tegar menghadapi situasi sulit pascabencana dan menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak berpangku tangan.

“Kami akan membantu semua warga yang mengalami musibah. Saudara-saudara adalah bagian dari keluarga kami. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri. Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras selama berhari-hari di sini,” ujar Prabowo.

Sementara itu, salah seorang pengungsi, Nurul Akmal, mengaku kehadiran Presiden Prabowo dan Mendagri Tito di lokasi pengungsian menghadirkan secercah harapan bagi warga korban banjir. Ia berharap bantuan segera tersalurkan, khususnya kebutuhan bahan pokok dan pakaian, serta perbaikan tanggul yang jebol.

“Kalau tidak segera diperbaiki, kalau hujan lagi rumah kami akan kebanjiran lagi,” ujarnya.

Nurul juga menyampaikan aspirasi kepada Mendagri Tito Karnavian terkait rencana penghapusan biaya pengurusan dokumen penting korban bencana.

 Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Banda Neira, Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah

“Banyak korban di sini tidak sempat menyelamatkan ijazah dan sertifikat tanah saat banjir. Kami sangat berharap kebijakan pengurusan dokumen gratis ini bisa segera dilaksanakan,” kata Nurul.

Aspirasi serupa disampaikan Laila Hayati, warga Teluk Bangko, Tanjung Pura, Langkat. Ia menilai kehadiran Presiden Prabowo yang didampingi Mendagri Tito telah meredakan kegelisahan warga yang hingga kini belum dapat kembali ke rumah karena masih terendam banjir.

Selain meminta percepatan perbaikan tanggul, Laila juga berharap kebutuhan sembako, pakaian, serta pemulihan dokumen kependudukan dapat segera direalisasikan.

 Baca Juga: Petualangan Galaktik yang Menghadirkan Keindahan dan Kehangatan di Pullman Bali Legian

“Kalau bisa, Pak Mendagri yang katanya mau menggratiskan pengurusan dokumen untuk korban banjir, disegerakan,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pemerintah daerah terkait antisipasi bencana Natal dan Tahun Baru 2026, Mendagri Tito Karnavian menekankan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah.

“Berdasarkan data BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), potensi bencana hidrometeorologi masih sangat tinggi karena curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah,” kata Tito.

Tito juga menegaskan pentingnya solidaritas antarpemerintah daerah, mengingat sejumlah daerah terdampak memiliki keterbatasan anggaran dalam penanganan bencana.

 Baca Juga: RUPSLB Telkom 2025, Spin-off InfraNexia Disetujui, Tegaskan Langkah Penguatan Bisnis Infrastruktur TelkomGroup

“Beberapa daerah memiliki sisa anggaran yang sangat terbatas. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada daerah-daerah yang telah membantu, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Tito, masyarakat di tiga wilayah terdampak banjir tersebut sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, terutama kebutuhan pribadi seperti pakaian, pakaian dalam, keperluan perempuan, serta kebutuhan anak-anak.

“Ketika banjir surut, timbunan lumpurnya sangat tebal. Saya saksikan sendiri. Artinya, warga hanya sempat menyelamatkan pakaian yang melekat di badan. Saat kembali, hampir tidak ada yang bisa digunakan,” kata Tito.***

Editor : M.Ridwan
#Mendagri Tito Kanavian #Presiden Prabowo #langkat #Banjir Sumatera 2025