BENER MERIAH, RadarBali.id – Polemik dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Bener Meriah kian memanas, memicu ketegangan terbuka antara Bupati Bener Meriah, Aceh, Tagore Abubakar, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
Bupati Tagore Abubakar tampil ke publik melalui rekaman video yang viral pada Rabu (17/12/2025) untuk membantah keras isu tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan penggelapan 80 ton bantuan sangat merugikan dan dapat menghilangkan kepercayaan para donatur.
"Kabarnya di Bener Meriah telah menggelapkan 80 ton bantuan bencana, ini artinya isu yang tidak baik. Eh, ini hilang, dimakan siapa. Demi Allah, satu sen kita tidak makan," ujar Tagore dalam video tersebut.
Tagore meminta agar isu tersebut tidak "digoreng" dan berharap para donatur tetap percaya bahwa bantuan yang mereka berikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Balasan Menohok dari Gubernur Mualem
Di tengah bantahan keras dari Bupati Tagore, Gubernur Mualem merespons polemik ini dengan sindiran yang dinilai sangat tajam.
"Siapa makan cabai dialah yang pedas," balas Gubernur Mualem, menggunakan perumpamaan yang sangat mendalam dan membuka ruang tafsir di mata publik.
Pernyataan Mualem ini seolah-olah menegaskan bahwa ada pihak tertentu yang mengetahui kebenaran di balik hilangnya 80 ton bantuan tersebut.
Silang pendapat terbuka antara dua kepala daerah ini dinilai tidak etis di tengah krisis dan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.
Hingga kini, publik masih bertanya-tanya: Apakah bantuan benar-benar hilang? Dan jika ya, siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya logistik vital tersebut? Tentu, waktu yang akan menjawab.[*]
Editor : Hari Puspita