Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Matematika Masih Jadi Momok Siswa Berdasarkan Hasil TKA SMA 2025

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 26 Desember 2025 | 22:15 WIB
REKTORAT UGM - Pengumuman hasil seleksi ujian mandiri UGM melalui jalur computer based test diumumkan hari ini
REKTORAT UGM - Pengumuman hasil seleksi ujian mandiri UGM melalui jalur computer based test diumumkan hari ini

RADAR BALI – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis hasil rekapitulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA/sederajat.

Hasilnya menunjukkan bahwa mata pelajaran matematika masih menjadi tantangan besar bagi para siswa di Indonesia, dengan nilai rerata nasional yang berada di angka 36,10 dari skor maksimum 100,00.

Angka tersebut merupakan rata-rata dari 3.489.148 siswa yang mengikuti ujian matematika pada 3-6 November 2025 lalu.

Jika dibandingkan dengan capaian bahasa Indonesia, nilai matematika tertinggal cukup jauh.

Secara umum, siswa jenjang SMA menempati posisi tertinggi dalam capaian rata-rata di seluruh mata pelajaran wajib, disusul oleh MA, SMK, dan Paket C. Berikut adalah rincian rerata nilai TKA matematika di tiap jenjang:

Rata-rata nilai SMA 37,23; rata rata nilai MA 35,72; rata-rata nilai SMK 34,74 sedangkan rata-rata nilai Paket C 33,89.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin mencatat adanya fenomena unik pada mata pelajaran bahasa Inggris, di mana capaian rerata siswa Paket C justru lebih tinggi dibandingkan siswa MA maupun SMK.

Dari 38 provinsi yang berpartisipasi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengukuhkan posisinya di urutan pertama dengan rerata nilai matematika tertinggi, yakni 43,09.

Tidak hanya unggul di matematika, DIY juga meraih skor tertinggi untuk bahasa Inggris (30,00) dan bahasa Indonesia (65,89).

Posisi kedua ditempati oleh DKI Jakarta dengan rerata matematika 40,16, diikuti oleh Jawa Tengah di posisi ketiga dengan skor 39,16.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa TKA 2025 yang diselenggarakan berbasis Computer Based Testing (CBT) diikuti 3,56 juta murid dari total 4,1 juta siswa yang terdaftar.

"TKA dirancang sebagai asesmen dengan tiga fungsi utama, assessment of learning (memotret capaian), assessment for learning (dasar perbaikan), dan assessment as learning (bagian penilaian komprehensif)," ujar Menteri Mu’ti dalam taklimat media.

Meski hasil TKA tidak menentukan kelulusan, data ini akan memiliki peran krusial di masa depan, termasuk pengembangan Kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan menjadi validator kemampuan siswa dan salah satu pertimbangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Toni Toharudin menekankan bahwa penilaian TKA menggunakan metode Item Response Theory (IRT) yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal, bukan sekadar jumlah jawaban benar.

Dia juga menegaskan bahwa meski sempat ada laporan gangguan teknis dan upaya pembocoran soal di media sosial, hasil analisis menunjukkan tidak ada dampak sistemik terhadap hasil nasional.

Senada dengan itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran.

"Sanksi diberikan mulai dari teguran lisan hingga pemberian nilai nol (0) bagi pelanggaran berat sesuai regulasi yang berlaku," tegasnya.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#jawa timur #DI Jogjakarta #TKA SMA 2025 #Pengumuman hasil TKA 2025 #jawa tengah #matematika #bali #jawa barat #dki jakarta #tka sma