Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rais Aam Gelar Rapat Pleno Tindaklanjuti Islah Lirboyo, Tentukan Status Pj Ketum PBNU

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:24 WIB
DUALISME - Terjadi dualisme di tubuh Nahdlatul Ulama imbas keputusan Rais Aam memecat ketua umum PBNU.
DUALISME - Terjadi dualisme di tubuh Nahdlatul Ulama imbas keputusan Rais Aam memecat ketua umum PBNU.

RADAR BALI – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyatakan pengurus PBNU akan menggelar rapat pleno lanjutan guna menindaklanjuti hasil kesepakatan islah di Pondok Pesantren Lirboyo.

Rapat tersebut menjadi krusial karena akan membahas kembali struktur kepengurusan organisasi pasca-penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum beberapa waktu lalu.

Kiai Miftachul menegaskan bahwa hasil rapat pleno yang digelar di Hotel Sultan pada 9 Desember 2025 lalu secara legal belum diralat.

Dalam pleno tersebut, jajaran Syuriyah memutuskan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU menggantikan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

"Hasil pleno (Hotel Sultan) kan belum diralat. Nanti menanti pleno yang akan datang," ujar Kiai Miftach seperti dikutip Tempo.

Kiai Miftah mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Gus Yahya mengenai kondisi ini.

Rais Aam meminta agar Gus Yahya tidak tersinggung dengan status kepengurusan yang ada saat ini hingga adanya keputusan baru dalam pleno mendatang.

"Saya sudah bilang, 'Sampeyan (Gus Yahya) jangan tersinggung kalau pleno yang belum diubah ini menanti pleno yang datang.' Memang pleno itu lembaga keputusan tertinggi di antara muktamar," imbuhnya.

Momentum Islah Lirboyo

Langkah menuju pleno lanjutan ini merupakan buntut dari pertemuan besar di Ponpes Lirboyo, Kediri, pada Kamis (25/12/2025).

Pertemuan yang difasilitasi oleh Mustasyar (Dewan Penasihat) dan para kiai sepuh NU, termasuk mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menghasilkan kesepakatan islah antara Rais Aam dan Gus Yahya.

Katib Aam PBNU Muhammad Nuh menjelaskan bahwa jajaran Syuriyah telah menunjukkan kebesaran jiwa dengan memberikan maaf kepada Gus Yahya.

Sebelumnya, kepemimpinan Gus Yahya sempat diguncang kritik tajam akibat kehadiran peneliti pro-Israel dalam acara resmi NU pada Agustus 2025.

"Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan menjaga keutuhan organisasi. Pemberian maaf ini mengedepankan akhlak dan tabayun demi keberlangsungan PBNU," kata Nuh.

Selain membahas struktur pengurus, pleno mendatang juga akan mematangkan persiapan Muktamar ke-35 NU. Dalam kesepakatan Lirboyo, disetujui bahwa Muktamar akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya.

"Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (KH Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (KH Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar," tulis putusan

Kiai Miftach menekankan pentingnya mekanisme pleno untuk mengambil keputusan strategis organisasi agar tidak terjadi kekosongan atau hambatan administrasi.

"Kalau semua ketetapan harus dibawa ke Muktamar, akan lama, bisa berapa tahun nanti. Maka ada pleno nanti itu," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, jadwal pasti pelaksanaan pleno lanjutan tersebut masih dalam tahap koordinasi, namun dipastikan akan digelar sebelum pelaksanaan Muktamar ke-35 dimulai.***

Editor : Ibnu Yunianto
#gus yahya #muktamar nu #Muktamar NU 2026 #Muktamar Ke 35 NU #Zulfa Mustofa #Nahdlatul Ulama #rapat pleno #rais aam pbnu #Rais Aam KH Miftachul Akhyar #KH Yahya Cholil Staquf #PBNU #Pj Ketum PBNU