RADAR BALI – Bagi banyak remaja, berdiri dan berbicara di depan orang banyak adalah tantangan yang menakutkan. Namun bagi Zinnia (bukan nama sebenarnya), salah satu remaja di SOS Children’s Village Jakarta, ketakutan itu kini telah berganti menjadi sebuah kekuatan baru.
Melalui rangkaian program pengembangan keterampilan yang berlangsung sepanjang tahun 2025, Zinnia menemukan titik balik dalam hidupnya. "Yang paling seru dan berkesan buat saya adalah pelatihan public speaking, karena saya jadi tahu bagaimana cara berbicara di depan umum," ungkapnya dengan bangga.
Kisah Zinnia adalah satu dari sekian banyak potret keberhasilan program kolaborasi antara SOS Children’s Villages Indonesia dengan TACO. Selama enam bulan, sejak Mei hingga Desember 2025, anak-anak dan remaja di sana tidak hanya diajak untuk bermimpi, tetapi dibekali dengan alat untuk mewujudkannya.
Transformasi ini tidak terjadi secara instan. Perjalanan mereka dimulai sejak awal tahun, di mana ruang belajar direnovasi total demi menciptakan atmosfer yang aman, nyaman, dan inspiratif. Setelah diresmikan pada 20 Maret 2025, ruang inilah yang menjadi saksi lahirnya ide-ide kreatif dari para peserta.
Toto (bukan nama sebenarnya), peserta lainnya, merasakan betul dampak dari lingkungan baru tersebut. Baginya, program ini bukan sekadar kursus tambahan, melainkan wadah untuk menyalurkan imajinasi. "Saya belajar banyak tentang membuat sesuatu secara kreatif dan mengembangkan ide untuk disalurkan ke dunia luar," tutur Toto.
Kurikulum yang disusun dalam program ini sangat komprehensif dengan menyentuh berbagai lini keterampilan yang relevan bagi industri kreatif masa kini. Para peserta diajak melampaui batas teori melalui praktik langsung yang mengasah aspek komunikasi hingga teknis. Dalam bidang komunikasi, mereka ditempa dengan pelatihan public speaking dan teknik dasar presentasi agar mampu menyampaikan gagasan dengan meyakinkan.
Sisi kreatif digital juga menjadi sorotan utama, di mana anak-anak mempelajari desain grafis, fotografi, videografi, hingga penulisan kreatif sebagai modal dasar di era visual. Tak hanya berhenti pada proses produksi, mereka juga dibekali pemahaman strategis mengenai bisnis dan branding, termasuk cara mempromosikan produk melalui pemasaran media sosial.
Sebagai pelengkap kemandirian, keterampilan tangan pun turut diajarkan, mulai dari pemanfaatan bahan daur ulang menjadi kerajinan tangan bernilai guna hingga teknik dasar pembuatan furnitur.
Sumardi, Village Director SOS Children’s Village Jakarta, melihat adanya perubahan karakter yang signifikan pada anak-anak asuhnya. Menurutnya, konsistensi anak-anak mengikuti sesi demi sesi telah menjadi kebiasaan positif yang memperkuat karakter, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Keberhasilan program ini tak lepas dari peran TACO yang berkomitmen mendukung penuh fasilitas dan pelatihan. Andika Tjandra, General Manager Community Development TACO menyatakan rasa harunya melihat semangat yang tumbuh di ruang belajar yang kini lebih nyaman dan bermakna.
"Kami melihat harapan tumbuh di dalam ruang yang kini lebih nyaman. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masa depan anak-anak Indonesia," ujar Andika.***
Editor : Ibnu Yunianto