RADAR BALI - Perayaan malam tahun baru di Bali untuk menyambut tahun 2026 akan terasa berbeda. Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan yang menembus angka satu juta orang, Pemerintah Provinsi Bali dan pihak kepolisian mengambil kebijakan tegas untuk meniadakan pesta kembang api di sejumlah titik utama sebagai bentuk empati nasional.
Gubernur Bali Wayan Koster meyakini bahwa absennya pesta kembang api tidak akan menyurutkan antusiasme wisatawan. Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai, sejak 15 hingga 29 Desember 2025, Bali telah melayani 1.045.706 penumpang.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa daya tarik Bali tetap kuat meskipun agenda perayaan mengalami penyesuaian.
Gubernur menjelaskan bahwa pelarangan pesta kembang api ini sejalan dengan surat edaran Kapolri dan merupakan bentuk solidaritas terhadap bencana besar yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Rasanya kurang elok kalau dalam kondisi ini kita berpesta kembang api. Kita harus berempati dan memberi perhatian lebih serius terhadap upaya mitigasi hujan dan kemungkinan banjir," ujar Wayan Koster.
Senada dengan Gubernur, Polresta Denpasar juga memastikan tidak menerbitkan izin kembang api untuk wilayah Denpasar dan Badung Selatan, termasuk pembatalan izin yang mungkin telah terlanjur dikeluarkan sebelumnya.
Prakiraan Cuaca: Malam Tahun Baru Relatif Aman
Bagi Anda yang berencana menghabiskan malam di ruang terbuka, BBMKG Wilayah III Denpasar membawa kabar baik terkait cuaca.
Prakirawan BBMKG Luh Nyoman Didik Tri Utami menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada Rabu (31/12) malam diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Meskipun terdapat potensi hujan ringan secara tidak merata pada sore hari di wilayah Bali Utara (Buleleng) dan Bali Tengah (Tabanan), model cuaca menunjukkan belum ada potensi hujan lebat atau cuaca ekstrem saat detik-detik pergantian tahun.
Namun, masyarakat tetap diimbau waspada karena curah hujan diprediksi akan meningkat mulai 1 hingga 2 Januari 2026.
Daftar Acara dan Spot Alternatif di Bali
Meski kembang api ditiadakan di ruang publik kota, berbagai destinasi wisata tetap menyiapkan acara menarik dengan konsep yang lebih beragam, mulai dari pesta spektakuler hingga eksplorasi musik eksperimental:
1. Nuanu Creative City: Kebangkitan Musik Elektronik Lokal
Di saat perayaan lain dipenuhi nama internasional, Nuanu Creative City menghadirkan ruang selebrasi yang berbeda. Berkolaborasi dengan PORTAL, Nuanu menjadi rumah eksklusif bagi lebih dari 20 musisi elektronik dan alternatif generasi baru Indonesia.
Fokus: Menghadirkan musik elektronik eksperimental yang berorientasi masa depan.
Keunikan: Mengalihkan fokus dari sekadar tontonan spektakuler menjadi upaya membangun komunitas dan memperluas cara musik lokal dinikmati.
2. GWK Bali Countdown 2026
Berlokasi di Badung, GWK Cultural Park mengusung tema "Neon New Year’s Eve". Acara ini tetap menjadi magnet utama dengan pertunjukan panggung spektakuler dan penampilan berbagai musisi ternama.
3. Sunset Point Amed: Party by the Gulf
Sunset Point Amed menggelar party di atas teluk dengan latar belakang Gunung Agung. Pengunjung dapat menikmati live band, DJ, serta BBQ buffet dinner.
4. Pesta Energik di Uluwatu dan Ketenangan Ubud
Ulu Cliffhouse: Menawarkan New Year's Eve party dengan musik dan pertunjukan energik hingga dini hari bagi mereka yang mencari suasana pesta yang dinamis.
Ubud: Beberapa hotel menghadirkan kombinasi budaya seperti Tari Kecak Ramayana dan makan malam akustik bagi yang menginginkan suasana lebih intim.
5. Spot Publik Lainnya
Lokasi populer seperti Finns Beach Club, Atlas Beach Club, Pantai Kuta, dan Pantai Mertasari tetap menjadi titik kumpul masyarakat untuk menikmati atmosfer pergantian tahun dengan cara yang lebih tertib sesuai arahan keamanan.
Mengingat kondisi cuaca yang dinamis dan adanya kebijakan pembatalan izin kembang api di beberapa area, wisatawan disarankan untuk selalu memperbarui informasi dari penyelenggara acara dan memantau kanal resmi BMKG.***
Editor : Ibnu Yunianto