RADAR BALI – Memasuki hari ketujuh pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Basarnas mengerahkan kemampuan maksimal untuk mencari tiga WNA Spanyol yang hilang, termasuk Pelatih Valencia CF Fernando Martin.
Operasi SAR hari ketujuh dipimpin langsung Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso turun langsung memimpin operasi di lapangan.
Jenderal bintang dua TNI Angkatan Laut tersebut memastikan pengerahan kekuatan penuh pada hari yang menjadi batas standar operasi SAR tersebut.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, hari ketujuh merupakan hari terakhir masa operasi normal. Meski demikian, terdapat peluang perpanjangan tetap terbuka berdasarkan hasil evaluasi dan temuan tanda-tanda baru.
Fokus utama pencarian hari ini didasarkan pada data intelijen teknologi.
Setelah gagal menemukan korban menggunakan thermal drone (karena suhu tubuh tidak terdeteksi) Basarnas meminta bantuan Polri dan International Criminal Police Organization (Interpol) untuk melacak keberadaan sinyal ponsel Fernando Martin.
Upaya tersebut membuahkan hasil karena Interpol berhasil mendeteksi titik koordinat ponsel milik Fernando Martin. Namun, upaya pelacakan menemui tantangan besar karena sinyal ponsel tersebut terdeteksi berpindah-pindah di tengah laut.
Sinyal ponsel sempat terlacak di perairan selatan Selat Pulau Padar namun kemudian bergeser ke arah utara Pulau Batu Tiga. Jarak antara kedua pulau tersebut sekitar 12-15 km. Diduga kuat, ponsel tersebut masih berada di dalam badan kapal yang terseret arus laut yang sangat kuat di kawasan tersebut.
"Ada kemungkinan HP berada dalam kapal dan bergerak mengikuti arus," ungkap Edy seperti dikutip Kantor SAR Maumere.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan peralatan canggih berupa sonar multibeam bantuan perusahaan swasta dari Jakarta yang baru tiba di Labuan Bajo. Alat ini melengkapi dua unit sonar milik Polda NTT yang telah beroperasi sebelumnya. Teknologi sonar ini mampu mendeteksi objek di bawah air hingga radius ratusan meter.
Selain peralatan teknis, kekuatan personel yang dikerahkan mencapai 102 orang dari berbagai unsur, termasuk TNI AL, Polairud, KSOP, dan Basarnas.
Alutsista laut yang diterjunkan meliputi kapal SAR, kapal patroli, RIB (Rigid Inflatable Boat), hingga sea rider. Ratusan personel tersebut melakukan penyisiran di perairan Pulau Padar hingga Selat Lintah, perairan sebelah timur Pulau Komodo dan utara Pulau Rinca, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Serai, Pulau Siaba Besar, dan Pulau Papagarang.
Insiden nahas ini menimpa keluarga Fernando Martin asal Spanyol saat berwisata menggunakan kapal pinisi Putri Sakinah pada Jumat (26/12/2025) malam. Dari satu keluarga tersebut, istri dan anak bungsu Martin berhasil selamat. Satu putri Martin ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (29/12/2025). Sedangkan Fernando Martin dan kedua putranya masih dinyatakan hilang.
Meskipun hari ini secara prosedural merupakan hari terakhir, operasi SAR dapat dibuka kembali atau diperpanjang jika ditemukan bukti kuat atau instruksi khusus setelah evaluasi mendalam dilakukan sore nanti.
Tim penyelam dan operator sonar terus bekerja ekstra di bawah komando langsung Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.***
Editor : Ibnu Yunianto