Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Operasi SAR Pelatih Valencia Diperpanjang, Basarnas Gandeng Ahli ITB

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 2 Januari 2026 | 04:49 WIB
KORBAN - Pelatih Valencia Fernando Martin tewas akibat tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
KORBAN - Pelatih Valencia Fernando Martin tewas akibat tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

RADAR BALI – Operasi pencarian terhadap tiga korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, resmi diperpanjang.

Tim SAR gabungan memutuskan untuk menambah waktu pencarian selama tiga hari ke depan hingga 4 Januari 2026, setelah upaya pencarian selama sepekan pertama belum membuahkan hasil.

SAR Mission Coordinator Fathur Rahman menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur terkait di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis (1/1/2026) malam.

Perpanjangan ini juga menindaklanjuti permintaan dari pihak kedutaan dan KSOP.

Fokus utama dalam tiga hari tambahan ini adalah penggunaan teknologi bawah laut yang lebih masif. Basarnas menggandeng ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengoperasikan peralatan sonar guna memetakan kondisi dasar laut dan membaca arah arus.

"Kita fokus menggunakan sonar yang sudah disiapkan untuk melaksanakan pemetaan di bawah dasar laut dan juga membaca arah arus yang akan dilaksanakan dengan bantuan dari ITB," ujar kepala Kantor SAR Maumere tersebut. 

Teknologi sonar ini mampu mendeteksi objek hingga radius 200 meter. Meski sonar sempat digunakan pada hari ketujuh namun belum memberikan hasil.

Bantuan tambahan peralatan kini telah disiapkan untuk penyisiran yang lebih mendalam. Jika sonar menemukan anomali atau tanda-tanda keberadaan kapal, tim penyelam akan segera diterjunkan kembali.

Fathur mengungkapkan bahwa tim di lapangan harus berhadapan dengan dua tantangan besar yang cukup menyulitkan. Tantangan pertama adalah kondisi alam yang ekstrem, di mana arus di jalur antara Pulau Komodo dan Pulau Padar dikenal sangat deras.

Situasi ini diperparah dengan cuaca yang fluktuatif serta perubahan arus yang tidak menentu saat pasang maupun surut, sehingga pergerakan tim dan peralatan di bawah air menjadi terhambat.

Selain faktor alam, ketidakpastian posisi tenggelamnya kapal juga menjadi kendala utama. Hingga saat ini, titik koordinat pasti di mana bangkai kapal Putri Sakinah karam belum ditemukan.

Meski tim telah berulang kali melakukan penyisiran pada berbagai kondisi pasang surut laut, keberadaan fisik kapal tersebut masih menjadi misteri yang terus dicari.

Mengenai puing-puing kapal yang ditemukan sebelumnya, Fathur menyebutkan bahwa serpihan tersebut merupakan dampak hantaman gelombang kuat yang kemudian terbawa oleh arus permukaan ke lokasi yang berbeda dari titik kejadian perkara.

Nasib Pelatih Valencia dan Keluarga

Tragedi yang menimpa KM Putri Sakinah pada Jumat (26/12/2025) ini melibatkan 11 orang, termasuk enam wisatawan asal Spanyol. Tiga korban yang masih dalam proses pencarian adalah Fernando Martin Carreras, yang merupakan pelatih tim sepak bola Valencia Wanita B, beserta dua anak laki-lakinya.

Sebelumnya, satu putri Martin telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (29/12/2025). Selain mengandalkan teknologi bawah laut, tim SAR gabungan tetap akan melakukan penyisiran di permukaan laut di sekitar perairan Pulau Padar untuk memastikan tidak ada petunjuk yang terlewatkan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Maumere #pelatih valencia #ntt #Pulau Padar #labuan bajo #spanyol #basarnas #operasi SAR #Fernando Martin Carreras #sar #Pulau komodo