RADAR BALI - Sektor infrastruktur Indonesia pada tahun 2026 diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Meski arah kebijakan pemerintah saat ini cenderung dominan pada sektor pertanian untuk mendukung swasembada pangan dan infrastruktur sosial, pembangunan konektivitas seperti jalan tol tetap menjadi prioritas strategis untuk memperlancar arus logistik nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 118,5 triliun untuk tahun anggaran 2026.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, alokasi tersebut akan disinergikan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi yang berkeadilan.
Tahun ini, selain pembangunan bendungan dan irigasi, Kementerian PU ditugaskan untuk meningkatkan konektivitas, termasuk pembangunan jalan tol baru menggunakan APBN sepanjang 28,19 kilometer.
Daftar Ruas Tol yang Ditargetkan Beroperasi 2026
Berikut adalah deretan proyek jalan tol yang tengah dikebut dan diprediksi selesai serta mulai beroperasi pada tahun 2026:
Tol Serang-Panimbang (41,63 km): Mencakup Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles dan Seksi 3.1 Cileles-Panimbang Fase 1.
Tol Yogyakarta-Bawen (15,10 km): Meliputi Seksi 1 JC Sleman-Banyurejo dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen.
Tol Betung-Tempino-Jambi: Fokus pada Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir sepanjang 54,30 km.
Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo (14,73 km): Terdiri dari Paket 1.2B Prambanan-Purwomartini dan Paket 2.2B Trihanggo-Sleman.
Tol Kediri-Tulungagung (4,82 km): Merupakan akses vital menuju Bandara Kediri.
Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan (54,75 km): Mencakup Paket 2 Setu-Sukabungah dan Paket 3 Sukabungah-Sadang.
Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi): Seksi 3 Cibadak (Parungkuda)-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km.
Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (69,19 km): Penyelesaian pada ruas Kramasan hingga Pangkalan Balai dan Betung.
Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (38,48 km): Meliputi Gending-Suko (3,88 km), Suko-Kraksaan (9 km), hingga Paiton-Banyuglugur-Besuki (25,2 km).
Rencana Proyek Baru dan Potensi Lelang
Selain ruas yang akan beroperasi, pemerintah juga mengidentifikasi beberapa proyek tol yang akan memulai konstruksi atau masuk tahap lelang pada 2026, di antaranya:
Tol Bogor-Serpong via Parung.
Tol Depok-Bojonggede-Salabenda (bagian dari Desari).
Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) – tahap pencarian lelang.
Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) dan Tol Gilimanuk-Mengwi (masih tahap potensi).
Inovasi Transportasi: MRT Jakarta East-West
Tahun 2026 juga akan menjadi tonggak sejarah baru bagi transportasi berbasis rel.
Proyek MRT Jakarta East-West (Timur-Barat) Fase 1 Tahap 1 rute Tomang-Medan Satria sepanjang 24,5 km akan memulai pembangunannya.
Proyek ini didukung oleh pendanaan dari JICA dan ADB, serta bekerja sama dengan sektor swasta untuk pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di wilayah Bekasi.
Selain MRT, beberapa agenda perkeretaapian lainnya di tahun 2026 meliputi:
LRT Jakarta Fase 2A (Velodrome-Manggarai).
Elektrifikasi jalur KA Bandung Raya dan Cikarang-Cikampek.
Reaktivasi jalur KA di Jawa Barat (Cipatat-Padalarang).
Operasional Stasiun Jatake dan Stasiun JIS.
Seluruh rangkaian pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih mudah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dari tingkat desa hingga kota.***
Editor : Ibnu Yunianto