GAYO LUES, Radar Bali.id – Harapan warga Kabupaten Gayo Lues untuk kembali beraktivitas normal pasca bencana alam tampaknya masih terganjal kendala besar. Hingga Senin (5/1), layanan jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah tersebut dilaporkan masih mengalami gangguan parah dan belum kembali normal.
Kondisi ini memicu keluhan luas dari masyarakat. Sinyal dilaporkan sering hilang total (blank spot), baik untuk layanan telepon maupun akses data internet.
Dampaknya terasa merata di hampir seluruh kecamatan, melumpuhkan koordinasi warga di tengah masa pemulihan.
Warga Harus "Berburu" Sinyal ke Dataran Tinggi
Buruknya konektivitas ini memaksa warga melakukan upaya ekstra demi mendapatkan akses komunikasi. Tak jarang, mereka harus menempuh perjalanan jauh ke wilayah dataran tinggi atau berpindah desa hanya untuk sekadar mengirim pesan singkat atau melakukan panggilan penting.
"Sudah lebih dari sebulan, tapi internet dan telepon masih mati-hidup. Padahal komunikasi itu vital, apalagi kalau ada kondisi darurat pasca bencana," keluh salah seorang warga setempat.
Dampak Ekonomi dan Pendidikan
Krisis jaringan ini tidak hanya mengganggu urusan personal, tetapi mulai memukul sektor ekonomi dan pendidikan yang kini sangat bergantung pada internet. Koordinasi bantuan logistik dan layanan kesehatan pun terhambat akibat minimnya sinyal.
Masyarakat berharap pihak penyedia layanan segera melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat pentingnya komunikasi sebagai infrastruktur dasar, pemulihan jaringan seharusnya menjadi prioritas utama guna mempercepat kebangkitan Gayo Lues dari dampak bencana.[*]
Editor : Hari Puspita