RADAR BALI – Wilayah Selat Lombok dan sekitarnya mengalami peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat puluhan gempa tektonik mengguncang wilayah tersebut dalam rentang waktu yang singkat.
Hingga Rabu, 7 Januari 2026 pukul 07.47 WITA, hasil pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas seismik yang intens di perairan antara Bali dan Lombok:
Jumlah Kejadian: 59 kali gempa bumi.
Rentang Magnitudo: Berada di kisaran 1,4 hingga 2,8.
Lokasi: Episenter mayoritas berada di laut (Selat Lombok).
Jenis Gempa: Gempa bumi dangkal.
Analisis hiposenter menunjukkan bahwa rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Mengingat karakteristiknya sebagai gempa dangkal, getaran kecil sekalipun terkadang masih dapat terdeteksi oleh alat atau dirasakan oleh warga yang berada dalam kondisi tenang.
BMKG menekankan bahwa dinamika bumi sangat kompleks, sehingga waktu terjadinya gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti hingga saat ini.
BMKG Minta Mitigasi Mandiri
Guna meminimalisir risiko kerugian maupun korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah berikut:
Jika Merasakan Guncangan: Lindungi kepala, jauhi benda-benda dari kaca, dan hindari bangunan yang terlihat rapuh.
Evakuasi Mandiri: Jika guncangan terasa kuat dan lama, segera menjauhi area pantai dan menuju ke tempat terbuka yang lebih tinggi.
Waspada Susulan: Selalu antisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan tetap berada di luar bangunan yang tidak stabil.
Informasi Resmi BMKG
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau berita hoaks yang beredar di media sosial. Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari kanal resmi BMKG:
Aplikasi Mobile: InfoBMKG dan WRS-BMKG
Situs Web: www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id
Media Sosial: @infoBMKG (Instagram/X)
Telegram: InaTEWS BMKG***
Editor : Ibnu Yunianto