RADAR BALI - Awal tahun 2026 menjadi momentum yang dinantikan oleh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Memasuki minggu kedua Januari, sinyal pencairan berbagai bantuan sosial (bansos) mulai menguat. Kabar baik ini mencakup sektor pendidikan hingga bantuan pangan reguler yang mulai menunjukkan pergerakan saldo di rekening para penerima.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan data dari sistem SIKS-NG, pemerintah saat ini tengah melakukan penyaluran bertahap, khususnya untuk bantuan tambahan dan susulan yang sempat tertahan di akhir tahun lalu.
Salah satu bantuan yang paling masif disalurkan pada awal tahun ini adalah Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2025. Dana bantuan ini ditujukan bagi siswa jenjang SD hingga SMA yang telah masuk dalam daftar nominasi resmi.
Nominal yang diterima siswa pun cukup signifikan untuk membantu biaya pendidikan:
Siswa SD: Rp450.000
Siswa SMP: Rp750.000
Siswa SMA/SMK: Hingga Rp1.800.000
Namun, ada hal krusial yang harus diperhatikan orang tua siswa. Pemerintah memberikan batas waktu aktivasi rekening SimPel hingga 31 Januari 2026.
Jika hingga tanggal tersebut rekening belum diaktivasi, dana bantuan terancam hangus dan akan dikembalikan ke kas negara. Segera lakukan pengecekan status penerima melalui laman resmi PIP untuk memastikan dana pendidikan anak Anda aman.
Update BPNT Susulan dan Bantuan Tambahan
Selain sektor pendidikan, kabar melegakan juga datang bagi penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Saat ini, terpantau saldo BPNT susulan Tahap 4 (alokasi akhir 2025) mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan nominal berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000.
Bagi KPM yang statusnya di sistem sudah menunjukkan Standing Instruction (SI), dana biasanya akan masuk ke saldo ATM dalam rentang satu hingga tujuh hari.
Selain BPNT reguler, sebagian pemegang KKS baru juga melaporkan adanya bantuan "penebalan" senilai Rp400.000 sebagai pelengkap bantuan yang belum diterima pada periode sebelumnya.
Program Bansos Lain yang Tetap Berlanjut di 2026
Pemerintah memastikan bahwa jaring pengaman sosial akan tetap kokoh sepanjang tahun 2026. Beberapa program yang dikonfirmasi terus berjalan antara lain:
PKH dan BPNT: Tetap menjadi bansos reguler utama.
Bantuan Pangan Beras 10 Kg: Disalurkan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat prasejahtera.
Bantuan Atensi Yatim Piatu: Perlindungan khusus bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan.
Bantuan Permakanan: Untuk lansia dan penyandang disabilitas tunggal dalam bentuk makanan siap saji.
BLT Dana Desa: Bantuan tunai bulanan yang bersumber dari kebijakan desa masing-masing.
Tips Agar Bansos Lancar dan Tidak Terputus
Agar proses pencairan di tahun 2026 tidak mengalami kendala, para KPM diimbau untuk memperhatikan tiga hal utama:
Pemutakhiran Data: Pastikan data di DTKS sinkron dengan data Dukcapil dan perbankan. Ketidaksesuaian identitas adalah penyebab paling umum gagalnya pencairan.
Kondisi Kartu KKS: Segera urus ke bank penyalur jika kartu rusak atau masa berlakunya hampir habis.
Jangan Biarkan Saldo Mengendap: Sangat disarankan untuk segera menarik dana bantuan hingga saldo nol.
Saldo yang dibiarkan mengendap terlalu lama dalam rekening dapat dinilai oleh sistem bahwa penerima sudah mampu secara ekonomi, yang berisiko menghentikan kepesertaan bansos di tahap berikutnya.
Khusus bagi penerima PKH, kepatuhan terhadap komitmen seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil, imunisasi balita, dan kehadiran anak di sekolah tetap menjadi syarat mutlak keberlanjutan bantuan.
Dengan memperhatikan aturan-aturan ini, diharapkan manfaat bansos dapat diterima secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.***
Editor : Ibnu Yunianto