RADAR BALI - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) secara resmi mengumumkan penutupan sementara seluruh layanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap cuaca buruk dan potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Penutupan ini direncanakan berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 12 hingga 15 Januari 2026, atau hingga kondisi cuaca dinyatakan kembali kondusif.
Keputusan penutupan ini merujuk pada data prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Maritim (Stamar) Tenau Kupang per tanggal 11 Januari 2026. S
Selain itu, BTNK juga mempertimbangkan Maklumat Pelayaran yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait peringatan dini cuaca ekstrem.
"Pelayanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo ditutup sementara waktu mulai 12 Januari sampai dengan 15 Januari atau sampai kondisi dinyatakan aman oleh instansi berwenang," ujar Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga dalam keterangan tertulis.
Pihak otoritas telah menyebarkan pengumuman tertulis kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Hendrikus, yang akrab disapa Hengki, menegaskan agar semua pihak tidak mengabaikan peringatan ini demi keselamatan bersama.
Pelaku Usaha Pariwisata diminta untuk menyesuaikan jadwal perjalanan tamu. Demikian juga dengan nakhoda & pemandu wisata diminta wajib mematuhi arahan dan tidak memaksakan keberangkatan.
Pengunjung TN Komodo diharapkan mengutamakan keselamatan dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan.
BTNK menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan penyesuaian operasional sesuai dengan arahan instansi berwenang.
Dampak pada Pelayaran di Labuan Bajo
Senada dengan kebijakan BTNK, KSOP Kelas III Labuan Bajo juga memberlakukan penutupan total pelayaran bagi kapal wisata. Larangan ini mencakup rute menuju Taman Nasional Komodo maupun destinasi wisata lainnya di sekitar Labuan Bajo akibat adanya potensi gelombang tinggi.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pariwisata setempat, mengingat kapal wisata sebenarnya baru saja diizinkan berlayar kembali pada 9 Januari lalu setelah sebelumnya sempat ditutup selama dua pekan karena alasan serupa.
Namun, demi menjamin keamanan nyawa wisatawan dan kru kapal, otoritas pelabuhan memutuskan untuk kembali menghentikan aktivitas pelayaran hingga situasi benar-benar stabil.***
Editor : Ibnu Yunianto