RADAR BALI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Bali.
Berdasarkan pengamatan terbaru, kombinasi fenomena atmosfer regional memicu peningkatan curah hujan signifikan dan kecepatan angin di bagian selatan ekuator.
Munculnya potensi cuaca buruk ini dipicu oleh beberapa faktor teknis yang terjadi secara bersamaan:
Bibit Siklon Tropis: Terpantau Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Sumbawa dan 92P di Teluk Carpentaria.
Bibit 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot dan diprediksi berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan.
Monsun Dingin Asia: Penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut Cina Selatan semakin intensif, didukung oleh seruakan dingin (cold surge) dari daratan Siberia.
Konvergensi Luas: Pertemuan massa udara ini membentuk daerah perlambatan dan penyimpangan angin yang memanjang dari Pulau Jawa hingga wilayah Nusa Tenggara.
Dampak Spesifik di Wilayah Bali
Dalam beberapa hari terakhir, Bali telah mencatat intensitas hujan mencapai 61,5 mm/hari. Namun, kondisi ini diperkirakan akan meningkat.
Wilayah ini masuk dalam kategori Siaga (level peringatan tertinggi) untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Selain curah hujan yang tinggi, masyarakat diimbau untuk mewaspadai fenomena angin kencang.
Keberadaan Bibit Siklon 91S menyebabkan peningkatan kecepatan angin melebihi 25 knot di perairan selatan Bali dan wilayah daratan sekitarnya.
Pemetaan Wilayah Terdampak Hingga 29 Januari 2026
Berdasarkan prakiraan BMKG, tingkat kewaspadaan dibagi menjadi beberapa kategori utama.
Untuk potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, status Siaga ditetapkan bagi wilayah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Lampung, hingga Papua Pegunungan.
Sementara itu, tingkat kewaspadaan tertinggi atau status Awas untuk hujan ekstrem berlaku bagi wilayah Banten dan DKI Jakarta.
Kewaspadaan terhadap fenomena angin kencang juga menjadi prioritas utama.
Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Banten, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya masih akan didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga sedang selama periode ini.
Imbauan Keselamatan
Mengingat potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang, masyarakat di Bali dan sekitarnya diharapkan untuk:
Memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Menghindari aktivitas di luar ruangan atau di dekat baliho besar dan pohon tua saat angin kencang terjadi.
Memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi volume air hujan yang tinggi.***
Editor : Ibnu Yunianto