RADAR BALI - Provinsi Bali kini berada dalam status siaga penuh menyusul rentetan bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sedikitnya 566 peristiwa bencana yang terjadi dalam kurun waktu 12 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026.
Kondisi kritis ini mendorong Pemerintah Provinsi Bali menetapkan Status Siaga Bencana Cuaca Ekstrem yang berlaku hingga 28 Februari 2026.
Data BPBD Bali pada 12 Januari-22 Januari 2026, dampak fatal cuaca ekstrem tercatat dengan 4 orang meninggal dunia, belasan luka-luka, dan 415 unit bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Detil Sebaran Bencana per Kabupaten/Kota
Dampak cuaca ekstrem tersebar di seluruh wilayah Bali dengan karakteristik kerusakan yang beragam:
Kota Denpasar (150 Kejadian): Menjadi wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi. Didominasi oleh banjir dan cuaca ekstrem yang merusak 94 unit bangunan. Tercatat 1 orang meninggal dunia akibat kebakaran rumah di tengah situasi cuaca buruk.
Kabupaten Gianyar (80 Kejadian): Mencatat 44 unit bangunan rusak akibat terjangan angin kencang dan cuaca ekstrem. Terdapat 2 orang korban luka dalam rentetan kejadian di wilayah ini.
Kabupaten Karangasem (67 Kejadian): Wilayah ini rawan longsor dan pohon tumbang. Terdeteksi 27 unit bangunan rusak dengan estimasi kerugian finansial mencapai Rp1,14 miliar. Tercatat pula 1 orang mengalami luka-luka.
Kabupaten Jembrana (44 Kejadian): Meskipun jumlah kejadian lebih sedikit dibanding Denpasar, Jembrana mencatat kerusakan fisik paling masif dengan 141 unit bangunan rusak, mayoritas akibat angin kencang atau puting beliung.
Kabupaten Badung (32 Kejadian): Mencatat 1 korban jiwa WNA yang terseret arus di Tibubeneng. Kerugian material di wilayah ini melonjak drastis hingga Rp4,1 miliar pada puncak hujan di akhir Januari, termasuk kerusakan pada fasilitas publik di kawasan Kuta.
Kabupaten Tabanan (31 Kejadian): Menjadi titik paling berisiko terhadap nyawa dengan 2 orang meninggal dunia dan 1 luka berat akibat tanah longsor di wilayah Marga. Sebanyak 20 unit bangunan dilaporkan rusak.
Kabupaten Bangli (25 Kejadian): Didominasi bencana longsor dan kebakaran dengan kerugian sekitar Rp720 juta dan 4 unit bangunan rusak. Tercatat 1 orang mengalami luka-luka.
Kabupaten Klungkung (21 Kejadian): Mengalami dampak cuaca ekstrem dan pohon tumbang yang menyebabkan 1 unit bangunan rusak.
Kabupaten Buleleng (11 Kejadian): Fokus pada bencana banjir dan longsor yang berdampak pada kerusakan 74 unit bangunan dengan estimasi kerugian Rp1,05 miliar.
Mitigasi dan Langkah Strategis
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menekankan pentingnya mitigasi struktural. Selain menjaga kebersihan drainase untuk memperkecil risiko banjir.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di dekat lereng perbukitan dan aliran sungai, mengingat puncak musim hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Januari 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto