Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Diangkat, Selat Bali Jadi Area Terbatas

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:10 WIB
Anggota Satpolair Polres Banyuwangi mengamankan Crane Barge Pioneer 88 yang akan mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya.
Anggota Satpolair Polres Banyuwangi mengamankan Crane Barge Pioneer 88 yang akan mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya.

RADAR BALI – Selat Bali kini resmi ditetapkan sebagai area terbatas bagi lalu lintas kapal feri yang melayani rute Pelabuhan Gilimanuk (Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi).

Langkah ini diambil menyusul dimulainya proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada awal Juli 2025 lalu.

Penetapan status area terbatas tersebut tertuang dalam Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI. 2 Tahun 2026 yang dirilis oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi tertanggal 29 Januari 2026.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Kapten Purgana mengatakan, peringatan ini dikeluarkan guna memastikan seluruh tahapan evakuasi berjalan tanpa hambatan.

Petugas telah memasang tanda pengamanan sementara berupa bouy atau marker, serta menyiagakan kapal patroli di lokasi kerja.

"Kami telah menginstruksikan seluruh kapal yang berlayar di sekitar lokasi untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, dan menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan. Kami minta untuk mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan," ujar Kapten Purgana.

Proses evakuasi ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Selama masa tersebut, para nakhoda dan perusahaan pelayaran diminta menghindari titik koordinat 08°09’33,11" Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

Teknis Pengangkatan dan Risiko Tinggi

Berdasarkan data Marine Traffic, kapal crane BC Pioner 88 telah berada di lokasi untuk menurunkan alat berat ke dasar laut sejak 12 hari lalu. PT Raputra Jaya selaku pemilik kapal menunjuk PT Buto untuk mengeksekusi pengangkatan ini menggunakan crane barge.

Wakil Kepala Cabang PT Raputra Jaya Banyuwangi Delnov Nababan menjelaskan bahwa pengangkatan bangkai kapal ini merupakan momen bersejarah karena pertama kalinya dilakukan di Banyuwangi.

Mengingat tingkat kesulitan yang tinggi, bangkai kapal rencananya akan dipotong menjadi beberapa bagian dan dibawa ke Probolinggo.

Beberapa tantangan utama dalam proyek ini antara lain karakteristik arus Selat Bali yang kuat dan kedalaman laut yang signifikan. Selain itu, lokasi Tunu Pratama Jaya berada di sisi selatan jalur kabel bawah laut pemasok listrik Jawa-Bali.

Demi keamanan, Satpolair Polres Banyuwangi menetapkan batas aman sejauh 400 meter agar tidak ada aktivitas kapal lain yang mendekat.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu, 2 Juli 2025, saat mengangkut 53 penumpang, 12 anak buah kapal, serta 22 unit kendaraan.

Pengangkatan ini diharapkan tidak hanya membersihkan jalur pelayaran, tetapi juga menjamin keamanan jaringan listrik bawah laut yang menghubungkan kedua pulau.***

Editor : Ibnu Yunianto
#KSOP Tanjung Wangi #Jawa Bali #pln #KMP Tunu Pratama Jaya #selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam #kabel bawah laut #bangkai kapal #ketapang #gilimanuk #jembrana #kecelakaan #Jawa Bali Connection #basarnas #banyuwangi #bali