RADAR BALI - Sinyal kebangkitan mulai terpancar dari skuad Semen Padang FC. Menjelang laga tandang krusial melawan PSM Makassar pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, optimisme tinggi disuarakan oleh skuad berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Laga yang akan dihelat di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Senin (2/2/2026) malam ini menjadi ujian konsistensi bagi Semen Padang.
Penjaga gawang anyar mereka Rendy Oscario memastikan dirinya dan rekan-rekannya dalam kondisi siap tempur untuk mencuri poin di kandang lawan.
Menurut kiper yang didatangkan dari Persebaya Surabaya pada bursa transfer paruh musim ini, hasil imbang melawan Bali United FC pekan lalu menjadi momentum penting.
Meskipun nilai skuad kedua tim cukup jomplang, Semen Padang senilai Rp 68,40 miliar berbanding Rp 100,73 miliar milik Bali United, satu poin yang diraih di Gianyar dianggap sebagai modal psikologis yang kuat.
"Kita punya jeda waktu yang cukup usai laga lawan Bali United pekan lalu. Kita di laga itu berhasil curi satu poin. Tentunya itu adalah awal yang bagus di putaran kedua untuk membangun mentalitas tim," ujar Rendy Oscario.
Rendy, yang pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23, bertekad memberikan kontribusi lebih besar demi membawa tim keluar dari papan bawah.
Pada laga debutnya pekan lalu, Rendy tampil selama 58 menit sebelum digantikan oleh kiper asing, Arthur Augusto. Saat itu, Semen Padang tampil impresif dengan sempat unggul dua gol sebelum laga berakhir imbang 3-3.
Memanfaatkan Krisis Tuan Rumah
Pertemuan di Parepare nanti merupakan duel dua tim yang sedang berupaya bangkit.
Semen Padang sangat membutuhkan poin karena masih terbenam di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 11 poin. Mereka harus berjuang mati-matian untuk mentas dari zona degradasi.
Di sisi lain, tuan rumah PSM Makassar juga sedang tidak baik-baik saja. Tim berjuluk Juku Eja tersebut tertahan di peringkat ke-13 dengan 19 poin dan sedang dilanda krisis kepercayaan diri usai menelan lima kekalahan beruntun.
Situasi goyah sang lawan inilah yang coba dimanfaatkan oleh anak-anak asuh Pelatih Semen Padang Dejan Antonic.
Instruksi Pelatih Dejan Antonic
Pelatih Semen Padang Dejan Antonic menegaskan bahwa setiap pertandingan saat ini layaknya partai final karena posisi tim yang masih berada di zona merah.
Dia berharap anak asuhnya bisa mempertahankan tren positif dari laga sebelumnya.
"Semua laga bagi kami adalah penting karena ada di zona merah. Semoga anak-anak bisa tampil lebih baik. Dan semoga tentunya nanti bisa curi poin dari PSM," ucap pelatih Semen Padang Dejan Antonic.
Meskipun mengakui PSM memiliki tradisi yang kuat dalam sepak bola Indonesia, mantan pelatih Borneo FC Samarinda ini percaya diri bahwa persiapan matang akan membuahkan hasil positif bagi Kabau Sirah.***
Editor : Ibnu Yunianto