RADAR BALI - Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan beredarnya daftar 30 satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/MA terbaik di Indonesia.
Pemeringkatan ini didasarkan pada hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dirilis resmi oleh kementerian pendidikan dasar dan menengah dalam Rakornas TKA di Jakarta.
Penentuan peringkat ini diambil dari akumulasi nilai tiga mata pelajaran wajib yang diujikan dalam TKA, yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Ketiga mata pelajaran ini dianggap sebagai kompetensi dasar (core subjects) yang mencerminkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di semua jurusan (IPA, IPS, maupun Bahasa).
Agar data yang dihasilkan valid, terdapat ketentuan minimal 30 peserta TKA di setiap satuan pendidikan yang dinilai.
Peringkat nasional ini bukan sekadar angka, melainkan menjadi tolok ukur capaian akademik sekolah sekaligus mencerminkan kualitas pembelajaran di masing-masing institusi.
Berdasarkan data tersebut, MA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin sukses menempati peringkat pertama dengan nilai TKA tertinggi di Indonesia. Rata-rata nilai TKA siswa SMA MH adalah 67,20.
Di peringkat kedua adalah SMA Pradita Dirgantara di Solo yang menempel dengan nilai rata-rata TKA 67,02.
Meskipun sekolah-sekolah di kota besar seperti DKI Jakarta masih mendominasi, sejumlah sekolah dari daerah lain turut menunjukkan taringnya.
Sebaran sekolah yang masuk dalam 30 besar mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera, hingga Sulawesi.
Jawa Timur dan Sulawesi Selatan tercatat hanya menempatkan satu wakilnya dalam daftar prestisius ini. Jawa Tengah memiliki 3 wakil, sedangkan Jogja memiliki 5 wakil dalam daftar sekolah prestisius tersebut.
Hasil pemeringkatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi tiap satuan pendidikan dan referensi bagi masyarakat dalam melihat gambaran kualitas akademik sekolah.
Daftar 30 Peringkat SMA/SMK/MA Terbaik Nasional
Berdasarkan hasil TKA terbaru, berikut adalah daftar lengkapnya:
SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin – DKI Jakarta (67,20)
SMA Pradita Dirgantara – Jawa Tengah (67,02)
MAN Insan Cendekia Serpong – Banten (66,54)
SMA Labschool Kebayoran – DKI Jakarta
SMA Kristen 1 Penabur – DKI Jakar
SMAS Unggul Del – Sumatera Utara
SMA Unggulan MBS – Jawa Tengah
SMA St. Aloysius – Jawa Barat
SMA Kristen 3 Penabur – DKI Jakarta
MAN Insan Cendekia Pekalongan – Jawa Tengah
SMAK Penabur Gading Serpong – Banten
SMA Pesantren Unggul Al Bayan – Jawa Barat
SMAN 3 Yogyakarta – DI Yogyakarta
SMA Santa Ursula – DKI Jakarta
SMAN 8 Yogyakarta – DI Yogyakarta
MAN Insan Cendekia Padang Pariaman – Sumatera Barat
SMA Islam Al-Azhar 1 Jakarta – DKI Jakarta
SMA Xin Zhong School – Jawa Timur
SMAN 8 Yogyakarta – DI Yogyakarta
SMA Bintang Pelajar Islamic Boarding School – Jawa Barat
SMA Kanisius – DKI Jakarta
SMA Wardaya – DKI Jakarta
SMA Labschool Cibubur – Jawa Barat
SMAK Penabur Kota Tangerang – Banten
SMAK Penabur Bintaro – Banten
SMA N 1 Yogyakarta – DI Yogyakarta
SMA Al-Azhar Syifa Budi – Jawa Barat
SMA N 1 Godean – DI Yogyakarta
MAN Insan Cendekia Gowa – Sulawesi Selatan (60.77)
SMA Regina Pacis – Jawa Barat
Berdasarkan daftar resmi di atas, belum terdapat sekolah asal Bali yang berhasil menembus urutan 30 besar nasional dalam hasil TKA kali ini.
Rata-rata keseluruhan untuk seluruh mata pelajaran wajib di Bali adalah 41,83. Jika dirinci per mata pelajaran, pencapaiannya adalah sebagai berikut:
Bahasa Indonesia: 58,85
Matematika: 37,92
Bahasa Inggris: 28,73
Meskipun nilai individu sekolah di Bali belum masuk dalam daftar Top 30, secara kolektif provinsi Bali menempati posisi yang cukup kompetitif:
Bali menempati peringkat ke-7 nasional untuk mata pelajaran Matematika dengan skor 37,92.
Posisi ini bahkan mengungguli beberapa provinsi besar seperti Jawa Timur dan Jawa Barat untuk kategori mata pelajaran yang sama.
Secara nasional, Bali berada di posisi ke-4 untuk kategori rata-rata nilai TKA SMA (53,89), berada di bawah DIY (59,45), DKI Jakarta (57,48), dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (55,29).
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Dinas Pendidikan Provinsi Bali, terutama dalam meningkatkan nilai rata-rata Bahasa Inggris dan Matematika agar lebih bersaing dengan sekolah-sekolah di Pulau Jawa.***
Editor : Ibnu Yunianto