RADAR BALI - Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali) kini memasuki babak baru setelah resmi berganti nama dari ISI Denpasar.
Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai perguruan tinggi negeri seni yang berlokasi di Denpasar, institusi yang berdiri sejak 28 Juli 2003 ini merupakan hasil integrasi dari Sekolah Tinggi Seni Denpasar (STSI) dan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) Universitas Udayana.
Bagi calon mahasiswa yang membidik bangku di ISI Bali pada tahun akademik 2026, memahami peta persaingan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sangatlah krusial.
Berdasarkan regulasi Permendikbudristek No. 48 Tahun 2022, kuota minimal untuk jalur SNBP adalah 20 persen dari total daya tampung.
Kuota Jalur Masuk SNPMB
Penerimaan mahasiswa baru di ISI Bali terbagi ke dalam tiga skema utama dengan rasio sebagai berikut:
SNBP: Minimal 20% (berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik).
SNBT: Minimal 40% (berdasarkan tes tulis nasional).
Mandiri: Maksimal 40%.
Analisis Peminat dan Persaingan Proyeksi 2026
Data tahun sebelumnya menunjukkan tren minat yang cukup kontras antarprogram studi.
Hal ini dapat menjadi acuan bagi calon pendaftar untuk mengukur tingkat keketatan persaingan.
1. Program Studi Terfavorit
Desain Komunikasi Visual (DKV) tetap menjadi primadona di ISI Bali.
Dengan jumlah peminat yang jauh melampaui daya tampung, prodi ini diprediksi akan menjadi jurusan dengan keketatan tertinggi pada SNBP 2026.
Selain DKV, program studi seperti Desain Interior, Musik, serta sarjana terapan seperti Desain Mode dan Produksi Film dan Televisi juga menunjukkan tren peminat yang stabil.
2. Program Studi Keketatan Rendah
Mahasiswa yang ingin mencari peluang masuk lebih besar, jurusan seperti Seni Pedalangan dan Kriya memiliki jumlah peminat yang cenderung lebih sedikit dibandingkan kuota yang tersedia.
3. Kewajiban Portofolio
Sesuai dengan karakteristik pendidikan seni, calon mahasiswa wajib melampirkan portofolio sebagai komponen penilaian utama.
Jenis portofolio disesuaikan dengan rumpun ilmu, seperti:
Seni Rupa, Desain, dan Kriya: Untuk DKV, Seni Murni, Desain Interior, Desain Produk, Desain Mode, Kriya, dan Animasi.
Seni Pertunjukan: Untuk Tari, Karawitan, Pendidikan Seni Pertunjukan (Sendratasik), Musik, Teater, dan Seni Pedalangan.
Media Rekam: Untuk Fotografi serta Film dan Televisi.
Tabel Proyeksi Daya Tampung dan Peminat
Berikut adalah rincian perbandingan data untuk membantu Anda menentukan pilihan pada seleksi mendatang:
Jurusan Daya Tampung Peminat 2025 Portofolio
DKV 98 217 Rupa, Desain, Kriya
Desain Interior 54 72 Rupa, Desain, Kriya
Pendidikan Seni 45 51 Sendratasik
Musik 32 50 Musik
Tari 27 38 Tari
Prod. Film & TV 36 51 Film dan Televisi
Desain Mode 40 50 Rupa, Desain, Kriya
Fotografi 36 57 Fotografi
Seni Murni 32 25 Rupa, Desain, Kriya
Animasi 32 21 Rupa, Desain, Kriya
Seni Karawitan 28 16 Seni Karawitan
Desain Produk 18 27 Rupa, Desain, Kriya
Teater 7 4 Teater
Kriya 9 2 Rupa, Desain, Kriya
Seni Pedalangan 6 1 Seni Pedalangan
Selain jurusan seni di atas, ISI Bali juga terus mengembangkan diri dengan menghadirkan prodi baru seperti Arsitektur, Bisnis Digital, serta Bahasa dan Kebudayaan Inggris.
Pembukaan jurusan baru tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi calon mahasiswa untuk berkarya di Pulau Dewata.
Jadwal Penting SNBP 2026
Agar tidak tertinggal dalam proses seleksi, calon mahasiswa wajib memperhatikan rangkaian jadwal resmi SNBP 2026 berikut ini:
Pengumuman Kuota Sekolah: 28 Desember 2025
Masa Sanggah Kuota Sekolah: 28 Desember 2025 – 17 Januari 2026
Registrasi Akun SNPMB Sekolah: 08 Januari – 08 Februari 2026
Registrasi Akun SNPMB Siswa: 08 Januari – 15 Februari 2026
Pengisian PDSS oleh Sekolah: 09 Januari – 09 Februari 2026
Pendaftaran SNBP: 14 – 28 Februari 2026
Pengumuman Hasil SNBP: 26 Maret 2026
Editor : Ibnu Yunianto