Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sidang Isbat Awal Puasa Ramadan 2026: BMKG Siapkan 37 Tim Pengamat

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 16 Februari 2026 | 13:19 WIB
Ilustrasi - Pengamatan hilal yang menjadi penanda awal puasa Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Dzulhijjah (bulan haji).
Ilustrasi - Pengamatan hilal yang menjadi penanda awal puasa Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Dzulhijjah (bulan haji).

RADAR BALI - Umat Muslim di Indonesia akan segera memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Februari 2026.

Untuk memberikan kepastian hukum dan menjaga kebersamaan dalam memulai ibadah, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Agama, sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026

Waktu: Mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai

Lokasi: Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta

Sidang akan dibagi dalam tiga tahap, yakni pemaparan posisi hilal secara astronomis, sidang tertutup untuk menetapkan fatwa, dan konferensi pers hasil penetapan.

Peran BMKG dalam Sidang Isbat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memegang peran sentral sebagai penyedia data saintifik utama bagi Kementerian Agama.

BMKG bertugas mengumpulkan data presisi yang menjadi landasan pengambilan keputusan dalam sidang isbat.

Penyedia Data Hisab (Perhitungan Astronomi)

BMKG telah merilis prakiraan hilal yang mencakup konjungsi (ijtima), ketinggian hilal, elongasi, dan fraksi iluminasi bulan.

Data ini membantu menentukan apakah secara teoritis bulan baru sudah bisa terlihat (visibilitas) atau belum.

Pelaksanaan Rukyatul Hilal di Seluruh Indonesia

Pada tahun 2026, BMKG mengerahkan tim pengamat di 37 titik strategis dari Aceh hingga Papua.

Menggunakan teleskop canggih yang terhubung dengan sistem komputer, BMKG melakukan pemantauan visual (rukyat) untuk memverifikasi data hisab yang ada.

Layanan Live Streaming

BMKG juga menyediakan layanan live streaming pemantauan hilal melalui laman resmi mereka.

Hal ini dilakukan untuk transparansi publik sehingga masyarakat dapat melihat langsung proses observasi yang dilakukan oleh para ahli.

Prediksi Awal Ramadan 1447 H

Berdasarkan data awal BMKG, posisi hilal pada petang hari 17 Februari 2026 di Indonesia diprediksi masih berada di bawah ufuk (berkisar antara -2,41° hingga -0,93°).

Sesuai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal baru dianggap masuk jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Karena posisi pada tanggal 17 Februari belum memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar pemerintah akan menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meskipun demikian, masyarakat diminta tetap menunggu hasil keputusan resmi yang akan diumumkan oleh Menteri Agama setelah sidang isbat selesai digelar.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Jadwal puasa Ramadhan 2026 #Awal Ramadhan 2026 #Ramadan 2026 #Maret 2026 #puasa tanggal berapa 2026 #puasa pertama #1 ramadhan 2026 #Kapan Sidang Isbat Puasa 2026 #kapan puasa #puasa 2026 #bmkg #hitung mundur ramadhan 2026 #hilal #puasa Muhammadiyah 2026 #Kapan Mulai Puasa 2026 #puasa tanggal berapa #Awal Puasa 2026 #tanggal berapa puasa 2026 #kalender #berapa hari lagi puasa #sidang isbat