Radar Bali.id -Mirip dengan kisah di Pulau Jawa, selepas abad ke-14,15 Masehi, penyebaran Islam di Sumatra dan Kalimantan juga atas perjuangan syiar dari sejumlah sosok kharismatik yang sering disebut sebagai wali atau syekh, dengan masing-masing periodenya, era zamannya.
Peran mereka cukup dominan sebagai penyebar syiar Islam Nusantara yang sekaligus sebagai penuntun umat, sebagai guru spiritual, guru ilmu pengetahuan, dengan segala kedalaman ilmunya, bagi masyarakat luas.
Berikut adalah beberapa tokoh besar yang dikenal sebagai aulia di Sumatra dan Kalimantan beserta periode masanya:
Wali di Sumatra
Sumatra adalah gerbang pertama masuknya Islam ke Nusantara, dari bagian barat dan utara, sehingga tokoh-tokohnya sangat legendaris. Ini beberapa di antara mereka, tokoh yang masyhur dikenal luas di Masyarakat hingga saat ini.
- Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) – Abad ke-14/15 Meskipun beliau dimakamkan di Jawa, catatan sejarah menyebutkan beliau sempat berdakwah di Samudera Pasai (Aceh) sebelum bergerak ke Jawa. Beliau sering dianggap sebagai penghubung antara kewalian di Asia Tengah, Asia Barat, dengan Nusantara, Asia Tenggara.
- Hamzah Fansuri – Abad ke-16 Seorang sufi dan penyair besar dari Aceh. Beliau dikenal sebagai penganut paham Wahdatul Wujud. Karya-karyanya memengaruhi pemikiran Islam hingga ke Semenanjung Malaya.
- Syamsuddin al-Sumatrani – Abad ke-16/17 Murid Hamzah Fansuri yang menjadi Penasihat Agung Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh Darussalam.
- Syekh Abdurrauf as-Singkili (Syekh Kuala) – Abad ke-17 (1615–1693), dikenal sebagai sosok wali yang sangat dihormati di Aceh. Beliau adalah orang pertama yang menerjemahkan Al-Qur'an secara lengkap ke dalam bahasa Melayu (Tarjuman al-Mustafid). Namanya kini diabadikan sebagai nama universitas (Unsyiah di Aceh).
- Syekh Burhanuddin Ulakan – Abad ke-17 (1646–1704) Tokoh paling sentral dalam penyebaran Islam di Minangkabau (Sumatra Barat). Beliau membawa Tarekat Syathariyah dan makamnya di Ulakan selalu ramai diziarahi, mirip dengan tradisi ziarah Wali Sanga di Jawa.
Wali di Kalimantan
Di Kalimantan, penyebaran Islam banyak dilakukan melalui jalur perdagangan dan perkawinan dengan keluarga Kerajaan saja. Di sisi lain juga dikenal sebagai wali yang sekaligus merupakan pemimpin spiritual utama.
- Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datuk Kalampayan) – Abad ke-18 (1710–1812) Tokoh paling fenomenal di Kalimantan Selatan (Kesultanan Banjar, Kalsel). Beliau adalah penulis kitab Sabilal Muhtadin yang menjadi rujukan hukum Islam di Asia Tenggara. Pengaruhnya terhadap religiusitas masyarakat Banjar sangat luar biasa hingga saat ini.
- Syekh Muhammad Nafis al-Banjari – Abad ke-18 Seorang ulama sufi kontemporer dengan Syekh Arsyad. Beliau menulis kitab Ad-Durrun Nafis yang membahas tentang tauhid dan tasawuf tingkat tinggi.
- Habib Husin bin Ahmed al-Qadri – Abad ke-18 Tokoh di Kalimantan Barat yang menyebarkan Islam di wilayah Mempawah dan Pontianak. Beliau adalah ayah dari Sultan pertama Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman al-Qadri.
- Pangeran Syarif Ali (Sultan Syarif Ali) – Abad ke-14/15 Di wilayah Kalimantan bagian utara (Brunei dan sekitarnya), beliau dikenal sebagai ulama asal Arab yang menikah dengan putri Sultan Brunei dan kemudian menjadi Sultan, memperkuat sendi-sendi Islam di tanah Borneo.[*dirangkum dari berbagai sumber]