Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berisiko Kekeringan, Begini Potensi "Kemarau Godzilla" 2026 Berdasarkan Prediksi BMKG -BRIN tentang Risiko Sulit Hujan di Wilayah Indonesia

Admin Radar Bali • Senin, 23 Maret 2026 | 06:58 WIB

Ilustrasi musim kemarau kering (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi musim kemarau kering (gambar digital gemini/radar bali)

 

Radar Bali.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi akan jauh lebih kering dan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini diperkirakan mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bertahap sejak April hingga Mei 2026, dengan puncak kekeringan yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026.

Penyebab Mengapa Kemarau Tahun 2026 Ini Lebih Kering

Penyebab utama fenomena kemarau ekstrem ini adalah kombinasi dari dua "raksasa" iklim yang terjadi secara bersamaan:

- El Nino "Godzilla": Munculnya fenomena El Nino dengan intensitas kuat (ekstrem) yang dijuluki para ahli sebagai "Godzilla". Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat, sehingga awan hujan tertarik menjauh dari wilayah Indonesia ke arah Pasifik Tengah.

- Positive Indian Ocean Dipole (IOD+): Di saat yang sama, suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat (dekat Afrika) lebih hangat dibandingkan bagian timur (dekat Sumatra). Akibatnya, pasokan uap air ke wilayah Indonesia semakin berkurang drastis.

Potensi Siklon dan Cuaca Ekstrem

Meskipun secara umum kering, masa transisi dan pengaruh suhu laut di wilayah tertentu tetap memicu munculnya siklon atau bibit siklon. Berdasarkan pantauan Maret 2026:

Prediksi Durasi Kemarau

Secara umum, kemarau ini diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya. Berikut adalah garis waktu prakiraannya:

Di sisi lain,  meskipun wilayah selatan (Jawa, Bali, Nusa Tenggara) mengalami kekeringan hebat, wilayah Indonesia bagian timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku justru berpotensi tetap mendapatkan curah hujan tinggi karena anomali cuaca regional.[*]

Editor : Hari Puspita
#kemarau kering #Godzilla #bmkg #musim kemarau #badai siklon