Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Praka Farizal Romadhon Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, UNIFIL Berduka

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 30 Maret 2026 | 12:07 WIB
Praka Farizal Romadhon menunjukkan kendaraan pengangkut personel yang digunakan pasukan Unifil di Lebanon Selatan.
Praka Farizal Romadhon menunjukkan kendaraan pengangkut personel yang digunakan pasukan Unifil di Lebanon Selatan.

 RADAR BALI - Dunia internasional berduka atas gugurnya seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon selatan.

Praka Farizal Romadhon (28), anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dinyatakan meninggal dunia akibat tembakan artileri Israel yang menghantam posisi kontingen Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026).

Insiden tragis ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Selain menewaskan Praka Farizal, serangan tersebut melukai tiga personel TNI lainnya, dengan rincian satu orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.

Kecaman Keras dari Pemerintah Indonesia dan PBB

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bereaksi keras atas insiden ini.

Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut adanya penyelidikan yang menyeluruh serta transparan.

"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon," tulis pernyataan resmi Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Kemenlu juga menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,

Senada dengan Pemerintah Indonesia, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga menyampaikan belasungkawa terdalam. Ia menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Guterres mendesak semua pihak yang bertikai untuk menjamin keselamatan personel dan properti PBB.

Kondisi Korban dan Upaya Evakuasi

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi bahwa para korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis terbaik.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan," ujar Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.

Saat ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan pihak UNIFIL untuk mengurus proses pemulangan jenazah Praka Farizal ke tanah air serta memastikan perawatan bagi prajurit yang terluka.

Kategori               Keterangan

Korban Jiwa         Praka Farizal Romadhon (Gugur)
Korban Luka        3 Personel TNI (1 luka berat, 2 luka ringan)
Lokasi Kejadian   Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan
Penyebab            Tembakan artileri tidak langsung di tengah konflik Israel-Hizbullah

Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima karena merusak upaya kolektif dalam menjaga stabilitas global.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#unifil #farizal romadhon #lebanon selatan #konflik lebanon selatan #penjaga perdamaian pbb #adshit al qusayr #pasukan perdamaian pbb #Adchit Al Qusayr #pasukan perdamaian #kementerian pertahanan #tni #israel iran #hizbullah #Israeal #tni gugur #kemenlu