RADAR BALI - Duka mendalam menyelimuti tanah air setelah tiga prajurit terbaik TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur akibat serangan militer Israel.
Jenazah ketiga pahlawan penjaga perdamaian tersebut rencananya akan dipulangkan ke Indonesia secara bersamaan melalui jalur udara dari Turki.
Berdasarkan informasi dari Komandan Pasukan UNIFIL dan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, proses repatriasi diawali dengan pemberangkatan jenazah Praka Fariza Rhomadhon dari Lebanon menuju Istanbul, Turki, pada Kamis waktu setempat.
Di Istanbul, jenazah Praka Fariza akan disatukan dengan dua rekannya yang juga gugur dalam tugas, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan.
Ketiga jenazah dijadwalkan menempuh penerbangan langsung dari Turki menuju Bandara Soekarno-Hatta. Jika seluruh tahapan operasional di Beirut dimulai sesuai jadwal pada Kamis pagi dan penerbangan dari Istanbul berjalan lancar, ketiga jenazah diperkirakan tiba di Indonesia pada hari Jumat.
Penghormatan Terakhir dan Kepulangan ke Kampung Halaman
Setibanya di tanah air, pemerintah akan menggelar prosesi penghormatan kenegaraan di Jakarta sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian mereka.
Setelah prosesi tersebut, jenazah para prajurit akan diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan. Jenazah Praka Fariza sendiri akan langsung dibawa ke kediamannya di Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY.
Meski demikian, rencana ini bersifat dinamis. Situasi konflik yang masih membara di Lebanon, ditandai dengan intensitas tembakan artileri dan aktivitas pesawat tempur yang tinggi, menciptakan risiko besar dalam proses evakuasi.
Pengaturan penerbangan harus dikoordinasikan secara ketat dengan berbagai pihak, termasuk IDF (militer Israel) dan pihak-pihak di Lebanon guna menjamin keamanan jalur udara.
Kronologi Gugurnya Prajurit TNI
Ketiga prajurit tersebut gugur dalam dua insiden berbeda di tengah gempuran besar-besaran Israel ke wilayah Lebanon selatan sejak awal Maret.
Minggu (29/3/2026): Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah ledakan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr. Insiden ini juga melukai tiga prajurit lainnya, yakni Praka Rico Pramudia (luka berat), serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan).
Senin (30/3/2026): Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik di dekat Bani Hayyan saat menjalankan tugas pengawalan operasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa penyebab pasti insiden kedua masih dalam proses investigasi resmi oleh UNIFIL.
Reaksi Keras Pemerintah Indonesia dan Dunia Internasional
Tragedi ini memicu gelombang kecaman internasional. Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Senada dengan itu, Sekjen PBB António Guterres mendesak seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional.
Dari Tokyo, Menteri Luar Negeri Sugiono yang tengah mendampingi Presiden Indonesia Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan tersebut.
Indonesia menuntut investigasi menyeluruh dan meminta seluruh pihak segera melakukan deeskalasi guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa di masa depan.
Sertu Muhammad Nur Ichwaan merupakan prajurit yang berasal dari kesatuan Yonif 132/Bima Sakti, yang berada di bawah komando Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan. Pria asal Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, itu tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL (Indobatt).
Nur Ichwaan gugur bersama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dalam insiden ledakan yang mengenai konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Kapten Zulmi Aditya Iskandar bertugas di Grup 2 Kopassus di Kartasura, Sukoharjo. Almarhum berasal dari Jalan Cikendal Nomor 40, Kampung Cikendal, RT 01 RW 04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Sedangkan Praka Fahrizal Rhomadhon bertugas di Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah di Kodam Iskandar Muda dan berasal dari Kulon Progo, Jogja.***
Editor : Ibnu Yunianto