JIMBARAN, radarbali.jawapos.com - Ratusan kader Pemuda Muhammadiyah bersama ratusan pelajar turun ke pantai dan menyisir pesisir Pantai Kedonganan, Jimbaran Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Jumat (22/5/2026).
Aksi gotong royong yang disebut sebagai Corve ini digelar di sela-sela agenda Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, yang sehari sebelumnya dibuka resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Tidak hanya diikuti oleh para kader dari berbagai daerah, aksi bersih-bersih pantai ini juga mengandeng para murid dari jaringan sekolah Muhammadiyah yang ada di Pulau Dewata.
Manifestasi Iman dan Respons Seruan Presiden
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa gerakan peduli lingkungan ini bukanlah aksi musiman. Muhammadiyah, menurutnya, telah lama menjadikan kebersihan sebagai bagian pokok dari nafas organisasi, jauh sebelum isu sampah menjadi sorotan nasional.
"Dalam Islam sudah jelas diterangkan 'Annadhofatu Minal Iman', yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Sehingga, menjaga kebersihan lingkungan sudah menjadi prinsip dasar Muhammadiyah," ujar pria yang akrab disapa Fikar tersebut.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI ini menambahkan, seruan Presiden Prabowo Subianto mengenai kesadaran lingkungan menjadi bahan bakar motivasi tambahan bagi seluruh kader. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif sejak dini karena sampah adalah tantangan nyata di setiap peradaban manusia.
"Sampah ini bukan persoalan tahunan, tetapi akan selalu ada di setiap peradaban. Karena itu, melalui aksi ini kami ingin 'mengetok' kesadaran murid-murid di sekolah Muhammadiyah agar mereka peduli sejak dini," ungkap Fikar.
Apresiasi dari Wamenko Pangan: "Merasa Lelah Boleh, Tapi Jangan Pernah Capek"
Aksi nyata organisasi kepemudaan Islam ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, yang turut hadir di lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga memuji tingginya kesadaran masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, dalam hal memilah sampah yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Menurut Hanif, capaian positif di Bali tidak lepas dari ketegasan jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Wali Kota Denpasar, dan Bupati Badung yang terus konsisten mengedukasi warga meski kerap diwarnai pro dan kontra.
"Menggiring masyarakat untuk membangun antusiasme dalam menjaga kebersihan setiap hari itu tidak sederhana. Merasa lelah boleh, tapi jangan pernah capek," pesan Hanif menyemangati.
Lebih lanjut, Hanif memuji langkah Pemuda Muhammadiyah yang dinilainya sangat menghormati kearifan lokal lewat peribahasa 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Terlebih, Bali statusnya adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia yang harus merdeka dari masalah sampah.
"Ini adalah simbol kuat bahwa Muhammadiyah benar-benar konsen terhadap isu lingkungan hidup. Semakin banyak organisasi kepemudaan yang terlibat aktif dalam penanganan sampah seperti ini, maka masa depan lingkungan kita akan semakin baik," tandasnya, sembari mengapresiasi pantai-pantai di Bali sudah mulai terjaga keberseihannya.***
Editor : M.Ridwan