DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Ditengah tertangkapnya Dadan Hindayana oleh kejagung pada 3 Juni kemarin nampaknya nama Silmy Karim selaku Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamena Imipas) juga menyerahkan diri ke KPK di hari yang sama.
Langkah Kooperatif Silmy Karim yang mendatangi KPK untuk menyerahkan diri tersebut adalah buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa 2 Juni lalu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah, dalam operasi tersebut terjaring penyidik terkait dugaan suap pengurusan dokumen izin tinggal warga negara asing (WNA).
Baca Juga: Kemensos Buka Lowongan 3.053 PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, Cek Syaratnya!
Langkah kooperatif Silmy tersebut membuat publik mulai menguliti profil dan kekayaan sang Wamen yang dikenal sebagai pejabat bertangan dingin.
Mengutip laporan harta kekayaan terbaru yang dirilis, Silmy Karim memiliki total kekayaan mencapai Rp234,5 miliar setelah dipotong utang sebesar Rp8,9 miliar.
Kekayaan Silmy kebanyakan berupa aset properti yang tersebar di lokasi-lokasi elite.
Silmy tercatat memiliki 11 aset tanah dan bangunan yang mayoritas berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Total nilai aset propertinya saja mencapai Rp184.024.640.000.
Beberapa di antaranya bernilai sangat fantastis, seperti tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 743 m2 yang ditaksir seharga Rp43,5 miliar, serta tanah di kawasan yang sama seharga Rp31,9 miliar.
Saat ini kasus kasus tersebut tengah didalami pihak KPK dan Silmy langsung di tahan 3 Juni Kemarin.***
Editor : Desi Rabiati