RADAR BALI - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor DPRD Provinsi Bali hari ini, Senin (22/6/2026). Aksi yang diawali dengan long march ini membawa belasan tuntutan krusial yang menyoroti berbagai isu daerah hingga nasional.
Gerakan ini dimotori oleh BEM Universitas Udayana (Unud). Sebelum turun ke jalan, aliansi mahasiswa telah mematangkan strategi melalui forum konsolidasi dan aksi simbolik di Gedung Parkir Kampus Unud Sudirman pada Minggu (21/6) petang.
Meskipun belum ada angka resmi dari pihak kepolisian, pergerakan massa ini diperkirakan melibatkan sekitar ratusan hingga seribu mahasiswa yang merupakan gabungan perwakilan dari berbagai elemen kampus di seluruh Bali.
Rincian 13 Poin Tuntutan Aksi
Dalam aksi ini, Aliansi BEM se-Bali membawa total 13 tuntutan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi penegakan hukum, ekonomi, dan kebijakan pemerintah saat ini. Beberapa poin utamanya meliputi:
Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat: Menyoroti dampak langsung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta fluktuasi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang kian membebani masyarakat.
Evaluasi Kebijakan & Program Baru: Mendesak evaluasi total terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta regulasi terkait koperasi desa/kelurahan merah putih.
Reformasi Hukum dan Legislasi: Mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset demi memperkuat pemberantasan korupsi. Mahasiswa mengkritik lambatnya pembahasan RUU ini dibandingkan undang-undang lain yang dinilai terbit sangat cepat.
Menyatakan sikap kritis terhadap pembahasan RUU/UU Polri dan UU TNI untuk mengantisipasi potensi bangkitnya militerisme atau pembungkaman demokrasi.
Isu Lingkungan dan Agraria: Menyoroti masalah deforestasi, ketahanan pangan atau swasembada, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat.
Hak Asasi Manusia (HAM): Menuntut pembebasan tahanan politik tanpa syarat serta penyelesaian unsur pelanggaran HAM, termasuk yang terjadi di Papua.
Rute Aksi dan Potensi Kemacetan di Kawasan Renon
Massa aksi dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di area parkir timur Lapangan Puputan Renon, Denpasar. Pada pukul 13.00 WITA, mahasiswa mulai bergerak melakukan long march menuju target utama di Kantor DPRD Provinsi Bali.
Akibat pergerakan massa tersebut, sejumlah titik di kawasan Niti Mandala Renon diprediksi mengalami kepadatan lalu lintas:
Ruas Jalan Terdampak Langsung: Jalan Ir. H. Juanda: Mengalami penyempitan arus lalu lintas sejak siang hari karena menjadi titik kumpul utama massa.
Jalan Basuki Rahmat & Jalan Dr. Kusuma Atmaja: Jalur utama menuju Kantor DPRD Provinsi Bali ini diberlakukan sistem penutupan sementara atau buka-tutup secara situasional.
Jalan Raya Puputan (Sisi Selatan Lapangan): Potensi penumpukan kendaraan akibat imbas pengalihan arus lalu lintas.
Titik Simpang Rawan Kepadatan
Bundaran Renon (Monumen Bajra Sandhi): Aliran kendaraan dari arah Sanur atau Denpasar Timur berpotensi tersendat.
Simpang Jalan Cok Agung Tresna – Jalan Moh. Yamin: Menjadi titik penumpukan kendaraan yang dialihkan, terutama pada jam pulang kantor sore hari.
Akses Jalan Teuku Umar Timur: Berpotensi mengalami antrean panjang akibat pelambatan arus di pusat kota.
Pihak aliansi mahasiswa menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi berupa ruang debat yang sehat jika terdapat massa aksi tandingan, guna memastikan gerakan tetap berjalan kritis, damai, dan berfokus pada substansi aspirasi.
Bagi masyarakat yang akan melintasi kawasan Renon sore ini, diimbau untuk mencari jalur alternatif seperti Jalan Bypass Ngurah Rai atau Jalan Gatot Subroto.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali