Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PUPR: Tol Japek II Selatan Kutanegara-Sadang Dibuka Akhir 2026, Ini Rutenya

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:14 WIB
Jalan tol Jagorawi-Cikampek II Selatan (Foto: Jasa Marga)
Jalan tol Jagorawi-Cikampek II Selatan (Foto: Jasa Marga)

 

RADAR BALI - Kemacetan kronis yang kerap mengular di jalur komuter utama Jakarta–Bandung tampaknya akan segera mendapat penanganan serius.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) tengah mematangkan persiapan pengoperasian Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan Seksi 6 yang menghubungkan Kutanegara hingga Sadang.

Proyek strategis nasional sepanjang 19,39 kilometer ini ditargetkan siap dibuka secara fungsional penuh menjelang masa libur akhir tahun 2026.

Berbeda dengan pembukaan fungsional darurat pada tahun-tahun sebelumnya yang bersifat kondisional, searah, dan terbatas pada siang hari, kali ini skemanya jauh lebih optimal.

Berkat rampungnya fasilitas pendukung seperti marka jalan dan sistem pencahayaan di titik-titik krusial, jalur ini diproyeksikan langsung beroperasi menggunakan skema empat lajur dua arah.

Langkah ini diambil demi membagi beban lalu lintas Tol Japek eksisting yang bebannya sudah sangat padat.

Secara spesifikasi teknis, Seksi 6 ini membentang dari Simpang Susun (SS) Kutanegara di Kabupaten Karawang hingga Junction Sadang di Kabupaten Purwakarta.

Keunggulan utamanya terletak pada konektivitas struktur di Junction Sadang, di mana ruas baru ini langsung terintegrasi dengan jalan tol eksisting, yaitu Tol Purbaleunyi (Purwakarta–Bandung–Cileunyi) dan Tol Cipularang.

Saat difungsionalkan nanti, skema pengalihan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta akan berjalan cukup dinamis.

Pengendara yang melaju dari Tol Cipularang dapat langsung berpindah di Junction Sadang (KM 76) untuk memasuki Tol Japek II Selatan Seksi 6.

Setelah melintasi jalur sepanjang hampir 20 kilometer tersebut, pengendara akan keluar di Gerbang Tol (GT) Kutanegara.

Dari titik keluar ini, perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur arteri (Jalan Industri atau Jalan Klari) sepanjang sekitar 15 hingga 20 kilometer, sebelum akhirnya masuk kembali ke Tol Japek utama melalui GT Karawang Timur atau GT Barat menuju ibu kota.

Kehadiran jalur alternatif ini diyakini membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam memecah kebuntuan di Simpang Susun Dawuan (KM 66 Tol Japek).

Titik pertemuan arus dari arah Bandung (Tol Cipularang) dan Tol Trans-Jawa (Tol Cipali) tersebut selama ini selalu menjadi pusat kemacetan parah saat puncak musim liburan.

Dengan dialihkannya sebagian arus kendaraan dari Bandung sebelum mencapai KM 66, beban penumpukan di Dawuan dapat dikurangi.

Selain memangkas waktu tempuh secara signifikan dengan menghindari antrean panjang, jalur baru ini menjadi opsi krusial bagi kendaraan golongan kecil atau non-bus dan truk.

Kelancaran akses ini diharapkan mampu mendukung mobilitas para wisatawan sekaligus mengamankan pergerakan logistik di kawasan industri Karawang dan Purwakarta.

Kendati dipersiapkan untuk beroperasi penuh, para pengguna jalan tetap diimbau untuk waspada.

Mengingat statusnya yang masih fungsional menjelang akhir tahun, batas kecepatan berkendara akan dibatasi maksimal antara 60 hingga 80 kilometer per jam demi menjaga keselamatan.

Pengendara juga disarankan mengantisipasi fasilitas rest area permanen yang belum sepenuhnya rampung, di mana pelayanan di sepanjang jalur tol baru ini masih akan mengandalkan posko pelayanan sementara.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Tol Japek II Selatan #Kutanegara Sadang #Tol Jakarta Cikampek 2 #Info Jalur Alternatif #Macet Jakarta Bandung