RADAR BALI - Akses mobilitas di ujung timur Pulau Jawa akan segera memasuki babak baru.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengumumkan bahwa pembangunan fisik Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I, yang menghubungkan Ruas Gending hingga Besuki, kini telah rampung seutuhnya.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menjadi penggerak utama roda ekonomi di wilayah Tapal Kuda, sekaligus mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata populer.
Seluruh pengerjaan fisik jalan bebas hambatan ini sebenarnya telah diselesaikan sejak April 2026 lalu. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan bahwa infrastruktur ini disiapkan untuk memperlancar distribusi komoditas daerah.
“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda," kata Rivan dalam keterangannya.
"Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional,” jelasnya.
Uji Kelayakan dan Detail Progres Seksi Tol
Secara rinci, koridor Gending-Besuki ini terbagi ke dalam tiga seksi pengerjaan.
Untuk Seksi 1 yang menghubungkan Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 kompartemen Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer, seluruh tahapan konstruksi telah berstatus seratus persen.
Kedua jalur ini bahkan sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Karena itu, ruas tol ini akan dioperasikan mulai Juli 2026 setelah mengantongi penetapan tarif oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara itu, perkembangan signifikan juga terlihat pada Seksi 3 yang membentang dari Paiton hingga Besuki sepanjang 25,60 kilometer.
Jalur utama (mainroad) pada seksi ini sudah selesai sepenuhnya. Saat ini, pihak pengelola sedang menuntaskan tahapan administrasi beserta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) yang dimulai Juni 2026 dan diprediksi selesai pada triwulan ketiga 2026.
“Proses ULFO ini krusial untuk memastikan seluruh komponen struktural mulai dari jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan telah memenuhi standar keselamatan sebelum resmi dioperasikan,” tambah Rivan mengenai pentingnya aspek keselamatan berkendara.
Pangkas Waktu Perjalanan Jalur Jalur Pantai Utara
Jika nanti sudah dibuka secara resmi untuk masyarakat, jalan tol ini bakal memangkas durasi perjalanan di Jawa Timur secara signifikan.
Sebagai gambaran, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang biasanya menghabiskan waktu sampai 2 jam, kini dapat ditempuh hanya dalam kurun waktu 1 jam 15 menit.
Dampak positifnya juga akan terasa hingga ke ujung banyuwangi. Para pengendara yang biasanya harus berkendara hingga 5 jam dari Probolinggo menuju Banyuwangi, nantinya hanya memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan saja.
Efisiensi waktu ini dipastikan bakal mendongkrak geliat pariwisata daerah, khususnya destinasi alam seperti Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran. Selain itu, arus kendaraan yang mengarah ke kawasan industri Paiton maupun logistik menuju Pelabuhan Ketapang—sebagai pintu gerbang penyeberangan Jawa-Bali—akan menjadi jauh lebih lancar.
Keberadaan infrastruktur modern ini diyakini membawa efek domino yang positif bagi warga sekitar lewat kemunculan titik-titik ekonomi baru di sepanjang koridor tol.
Kehadiran proyek tol ini turut memantik suburnya ekosistem infrastruktur pendukung di sepanjang kawasan timur Jawa Timur, mulai dari pembangunan rest area, pertumbuhan sektor perhotelan, hingga penyediaan fasilitas umum baru di sekitar interchange.
"Seluruh perputaran ekonomi baru tersebut secara aktif menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pelibatan warga sekitar,” pungkas Rivan.***
Editor : Ibnu Yunianto