Tiongkok Dukung Pengetatan Standar Keselamatan Wisata Berisiko Tinggi di Bali dan Nusra

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:18 WIB
Proses evakuasi WNA Rusia yang terjebak di dasar tebing kawasan Pecatu dengan helikopter tim SAR
Tim SAR Denpasar mengevakuasi wisawatan yang terjebak di dasar tebing kawasan Pecatu dengan helikopter. (SAR Denpasar)

 

RADAR BALI – Melonjaknya arus kunjungan wisatawan Tiongkok ke kawasan Bali dan Nusa Tenggara direspon cepat oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar.

Guna mengantisipasi potensi bahaya di lapangan, Konjen Tiongkok menggalang kolaborasi lintas sektor untuk memperketat standar keselamatan dan pengawasan aktivitas wisata berisiko tinggi.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Keamanan Berwisata bagi Wisatawan Tiongkok yang digelar secara luring dan daring di Denpasar.

Forum ini mempertemukan instansi pemerintah, aparat kepolisian, imigrasi, asosiasi pariwisata, maskapai, penyedia akomodasi, hingga biro perjalanan dan rumah sakit dari tiga provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng menyampaikan bahwa keselamatan merupakan fondasi mutlak dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata.

Menurutnya, pertumbuhan mobilitas wisatawan wajib diimbangi dengan kesiapan sistem keamanan dan mitigasi risiko yang solid. 

"Pertemuan hari ini bukan hanya merupakan langkah nyata dalam melaksanakan upaya perlindungan keselamatan wisatawan, tetapi juga menjadi wadah bagi kita semua untuk bersama-sama menganalisis situasi baru, mengidentifikasi tantangan baru, dan mencari solusi dalam menjamin keamanan pariwisata," ujar Zhang Zhisheng.

Polda Bali mencatat secara umum ada total 58 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara yang meninggal dunia di Bali sepanjang tahun 2026. Penyebabnya bervariasi, mulai dari kecelakaan lalu lintas, tenggelam/sakit, hingga faktor kesehatan dan kasus bunuh diri.

Sebagai gambaran perbandingan, insiden besar yang melibatkan wisatawan Tiongkok di Bali terjadi pada pertengahan November 2025, ketika 5 orang wisatawan asal Tiongkok meninggal dunia akibat kecelakaan maut minibus Toyota Hiace yang lepas kendali di jalur Singaraja–Denpasar (Sukasada, Buleleng).

Lonjakan Tren Kunjungan Turis Tiongkok

Kenaikan volume wisatawan ini terdorong oleh pemulihan konektivitas udara, termasuk pembukaan kembali penerbangan langsung dari Tiongkok menuju Bali.

Tiongkok kini mantap mengukuhkan posisinya sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Pulau Dewata.

Data Konsulat Jenderal RRT mencatatkan tren pertumbuhan yang signifikan:

Bali (2025): Angka kunjungan wisatawan daratan Tiongkok menembus hampir 540 ribu orang (naik 19,83% secara tahunan). Sedangkan pada periode Januari–Mei 2026 tercatat sekitar 243 ribu kunjungan, tumbuh 11,23% dibanding periode sama tahun lalu.

Labuan Bajo (2025): Lebih dari 58 ribu turis Tiongkok melakukan aktivitas wisata kapal (melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding 2024). Sedangkan hingga Mei 2026 jumlah peserta wisata kapal sudah melampaui 35 ribu orang, atau mencapai 60% dari total capaian tahun lalu.

Fokus Pengawasan Wisata Berisiko Tinggi dan Tanggap Darurat

Menyikapi tingginya animo turis pada aktivitas bahari dan petualangan di Bali serta NTT, pemerintah Tiongkok berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah Indonesia.

Fokus utama kerja sama ini meliputi pengawasan ketat terhadap wahana wisata berisiko tinggi, penyempurnaan mekanisme tanggap darurat (emergency response), hingga penyiapan infrastruktur keselamatan di destinasi strategis.

Zhang Zhisheng menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah, kepolisian, imigrasi, serta para pelaku industri pariwisata dan medis yang konsisten memberikan perlindungan serta respons cepat kepada para wisatawan.

Zhang Zhisheng mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi agar Bali, NTB, dan NTT tidak hanya menjadi destinasi yang indah, namun juga menghadirkan rasa aman dan tenang bagi setiap pengunjung.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Konjen Tiongkok Denpasar keselamatan wisatawan pariwisata bali labuan bajo wisatawan tiongkok