74 Siswa Sekolah Rakyat Tabanan Pindah Permanen ke Karangasem

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 10:14 WIB
SEKOLAH RAKYAT : Suasana para siswa sekolah rakyat di Sentra Mahatmiya Bali Tabanan yang tengah menerima makanan bergizi gratis. (juliadi)
SEKOLAH RAKYAT : Suasana para siswa sekolah rakyat di Sentra Mahatmiya Bali Tabanan yang tengah menerima makanan bergizi gratis. (juliadi)

 

RADAR BALI – Sebanyak 74 siswa jenjang SMP yang sebelumnya menjalani masa rintisan belajar di Sentra Mahatmiya, Tabanan, resmi dipindahkan secara permanen ke kompleks utama Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Para siswa Sekolah Rakyat tersebut telah mengikuti program rintisan berasrama di Tabanan selama kurang lebih 11 bulan dengan fasilitas pendidikan gratis dan penunjang teknologi pembelajaran. 

Pemindahan massal dilaksanakan mulai hari ini dilakukan seiring dengan rampungnya pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat di Karangasem pada 30 Juli 2026.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem dibangun di atas lahan Pemprov Bali seluas 5,6 hektare. 

Program sosial pendidikan ini khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu guna memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui perluasan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Fasilitas Lengkap dan Berkelanjutan

Kompleks Sekolah Rakyat Karangasem dirancang secara modern dengan menerapkan konsep green building (bangunan hijau). Seluruh ruang kelas dan fasilitas tidak menggunakan AC, melainkan mengandalkan sirkulasi udara alami yang mempuni.

Untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar, kawasan ini dilengkapi dengan berbagai bangunan penunjang, antara lain:

Gedung SD: 18 kelas dengan kapasitas 540 siswa.

Gedung SMP dan SMA: Masing-masing 9 kelas dengan kapasitas 270 siswa.

Asrama SD: 4 bangunan (8 kamar) untuk 136 siswa.

Asrama SMP dan SMA: Masing-masing 2 bangunan (8 kamar) untuk 136 siswa.

Rusun Guru: 2 bangunan dengan 24 ruang berkapasitas 52 guru.

Fasilitas Umum: Gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa, lapangan sepak bola, lapangan basket, Pura untuk tempat ibadah, kantin, toilet, asrama, hingga fasilitas tempat cuci baju.

Kebutuhan operasional dasar di lokasi ini juga telah dipastikan aman. Pasokan air bersih bersumber dari dua titik sumur bor sedalam 60 meter berkapasitas 1,8 liter per detik.

Sementara pasokan listrik ditopang langsung dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA (345 kVA) serta didukung generator set (genset) sebagai cadangan.

Fasilitas Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan

Di Sekolah Rakyat, seluruh siswa mendapatkan sarana prasarana pendidikan secara gratis, mulai dari seragam sekolah, buku, laptop, hingga makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari.

Sebelum memulai proses belajar, para siswa juga akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, tes kebugaran, dan tes DNA. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan potensi, mendeteksi bakat dan minat, serta mengenali kekurangan diri siswa sejak dini agar dapat dioptimalkan.

Perkembangan Pendaftaran dan Tenaga Pendidik

Kepala Sekolah Rakyat Putu Jaya Negara melaporkan, jumlah siswa yang terdaftar saat ini tercatat sebanyak 19 siswa di jenjang SD, serta masing-masing 90 siswa di jenjang SMP dan SMA.

Terkait kesiapan tenaga pendidik, guru SD saat ini melibatkan tenaga Non-ASN berkompetensi yang telah bekerja selama tiga bulan.

Untuk jenjang SMP, terdapat 11 guru yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, sedangkan guru SMA berstatus Guru Tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Untuk pemenuhan jangka panjang, kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat sedang diproses melalui perekrutan tenaga PPPK guru dan tenaga kependidikan oleh Kementerian Sosial.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Sekolah Rakyat Karangasem Sekolah Gratis Bali Kabupaten Karangasem pendidikan bali Sekolah Rakyat