RADAR BALI – Upaya pencarian terhadap korban musibah terbakar hebatnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan.
Hingga kini, data sementara Posko SAR Pelabuhan Lembar mencatat lima penumpang masih dinyatakan hilang setelah dilaporkan oleh pihak keluarga.
Daftar lima penumpang yang belum diketahui keberadaannya, yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Petugas mengimbau masyarakat atau pihak keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabatnya untuk segera melapor dan mencocokkan identitas di Posko SAR Pelabuhan Lembar.
Di antara para korban yang belum ditemukan, duka mendalam tengah dirasakan keluarga Selviana Rambu Mayi (20). Perempuan asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut hilang setelah insiden kebakaran terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari.
Sementara itu, sang suami, Jhon Lu Keimarak, selamat dari musibah dan saat ini berada di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Pasangan yang sehari-hari bekerja di Bali ini sedianya hendak pulang ke kampung halaman di Sumba untuk menggelar prosesi pernikahan adat.
"Dia kerja di Bali dan bulan ini berencana pulang untuk urusan menikah. Mereka suami istri naik kapal untuk agenda pernikahan itu," ungkap kakak korban, Rusno.
Sebelum memilih menyeberang via Pelabuhan Padangbai dengan KMP Putri Yasmin, mereka sempat berencana naik kapal cepat dari Pelabuhan Benoa. Namun, rencana tersebut batal karena kehabisan tiket.
Kontak terakhir terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 02.00 WITA saat Selviana masih berada di atas kapal. Setelah itu, ponselnya tak lagi aktif. Keadaan ini membuat keluarga di Sumba panik, terlebih mereka tidak memiliki kerabat di Lombok untuk memantau proses pencarian secara langsung.
Penyisiran Diperluas hingga 12 Nautical Mile
Guna mengejar golden time, operasi pencarian pada Kamis (13/8/2026) diperluas oleh Kantor SAR Mataram hingga radius 12 nautical mile (NM) ke arah barat daya dari titik awal kejadian, dengan memperhitungkan pergerakan angin dan arus laut.
Sejumlah armada air dan udara dikerahkan untuk penyisiran, di antaranya:
Basarnas Mataram: KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Basarnas Denpasar: KN SAR Arjuna.
Pemantauan Udara: Helikopter SGi Air Bali.
Sebelumnya, petugas telah memindahkan tiga korban ke Pelabuhan Lembar. Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya dirawat intensif di RSUP NTB.
Kronologi Singkat dan Penyebab Kebakaran
Menurut data pengelola armada, PT Jembatan Laut, KMP Putri Yasmin mengangkut 212 penumpang beserta kru dalam rute pelayaran dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar.
Waktu Kejadian: Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA.
Lokasi Kejadian: Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Dugaan Awal: Percikan api diduga berasal dari armada truk boks yang terparkir di geladak kendaraan.
Proses penyisiran kawasan Selat Lombok masih terus berlangsung, sementara pihak keluarga korban di Sumba berharap ada kejelasan terkait kondisi Selviana.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali